Ahmad's posts with tag: share
Para pembaca yang budiman, tentunya tidak diragukan lagi bahwa begitu banyak nikmat yang telah Alloh berikan kepada kita. Tatkala kita dilahirkan di dunia dengan tidak membawa apa-apa dan dalam keadaan lemah, Alloh memberikan kepada orang tua kita rasa kasih sayang sehingga merekapun tergerak hatinya untuk merawat kita sebaik-baiknya. Sungguh tidak bisa dibayangkan apabila Alloh mencabut rasa kasih sayang ini dari hati para orang tua. Ini diantara contoh kecil nikmat yang telah Alloh berikan kepada kita berupa perawatan sang ibu bapak sehingga kita dapat bertahan hidup dan tumbuh dewasa sampai seperti sekarang. Oleh karena itu Alloh berfirman yang artinya, “Bersyukurlah kepadaKu dan kepada ibu bapakmu…” (QS. Luqman: 16)
Dan kalau kita mau memperhatikan diri kita serta apa yang berada di sekitar kita, dapat kita ketahui betapa banyak nikmat yang telah Alloh berikan kepada para hamba-Nya sampai-sampai mereka tidak sanggup untuk menghitungnya sebagaimana firman Alloh yang artinya, “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.” (QS. An-Nahl: 18)
Nikmat teragung yang Alloh berikan kepada para hambanya adalah berupa cahaya Islam yang memancar di hati para pemeluknya. Sebagai bentuk perwujudan rasa syukur kita, hendaknya setiap aktivitas yang kita lakukan diniatkan dalam rangka beribadah kepada Alloh serta untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin sebagaimana firman Alloh yang artinya, “Katakanlah sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidup, dan matiku hanya untuk Alloh Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS. Al-An’am: 162-163). Selama hayat masih dikandung badan, hendaklah nikmat yang agung berupa cahaya Islam ini senantiasa kita pertahankan sampai ajal menjemput kita. Alloh berfirman yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.” (QS. Al-Imron: 102). Badai ujian, musibah maupun bencana janganlah menggoyahkan aqidah kita, melunturkannya atau bahkan menghilangkannya. Na’udzubillah. Biarlah Gempa mengguncang Tanah Tumpah Darah kita, namun jangan sampai hal itu mengguncang aqidah keislaman kita… Begitu pula, biarlah Merapi mengeluarkan Wedhus Gembel serta apa yang dikandungnya, namun jangan sampai semua itu mengeluarkan keimanan dari hati kita.
Namun sudah menjadi ketetapan Alloh bahwa musuh-musuh Islam tidak akan tinggal diam melihat kaum muslimin senantiasa berjalan di atas agama yang lurus ini. Mereka akan selalu mencari kesempatan serta mengerahkan segenap daya dan kekuatannya untuk memalingkan kaum muslimin dari agamanya. Di antara kelompok yang paling getol didalam memalingkan kaum muslimin dari agamanya adalah orang-orang Nashroni yang menaruh dengki terhadap Islam. Maka merekapun melancarkan serangan kepada kaum muslimin lewat senjata rahasia yang dikenal dengan istilah “Kristenisasi”.
Para pembaca yang budiman, mengingat begitu pentingnya masalah ini serta dampak mengerikan yang ditimbulkannya, maka pada edisi kali ini kami nukilkan sebuah fatwa dari Lajnah Da’imah lil Buhuts Al-Ilmiyyah wal Ifta’ fil Mamlakah Al-Arobiyyah As-Su’udiyyah (Komisi Tetap Urusan Pembahasan Ilmiyyah dan Pemberian Fatwa Kerajaan Saudi Arabia -kalau di negara kita semacam komisi fatwa MUI, pen-) tentang peringatan kepada kaum muslimin terhadap bahaya kristenisasi serta berbagai trik yang digunakannya untuk menipu umat manusia, khususnya kaum muslimin. Berikut petikan fatwanya (fatwa diterjemahkan dari fatwa Lajnah Da’imah lil Buhuts Al-Ilmiyyah wal Ifta’ nomor 20.096 tanggal 22/12/1418 H yang berjudul At-Tahdziir min Wasaa’ilit Tanshiir -pen):
***
Segala puji bagi Alloh Tuhan semesta alam, sholawat serta salam semoga tercurah kepada nabi yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, sebagai penutup dari para nabi dan rosul, yaitu nabi dan rosul kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Sholawat serta salam semoga juga tercurah kepada keluarga dan sahabat beliau serta orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
Setiap muslim yang telah Alloh terangi hatinya tentu tahu betapa kerasnya permusuhan orang-orang kafir baik dari yahudi, nashroni ataupun selain dari mereka terhadap kaum muslimin. Mereka menyatukan kekuatan untuk menghadapi kaum muslimin agar dapat memalingkan dan mengacaukan mereka dari agamanya yang haq yaitu Islam, agama yang Alloh turunkan kepada penutup para nabi dan rosul, Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk seluruh umat manusia. Sesungguhnya orang-orang kafir memiliki berbagai macam cara dalam menghadapi Islam dan menyesatkan kaum muslimin, serta dalam menguasai dan merusak akal mereka. Tipu daya yang mereka buatpun dengan menggunakan cara yang bermacam-macam. Sungguh betapa giatnya dakwah mereka, betapa giatnya yayasan-yayasan serta gencarnya pengiriman para misionaris. Fitnah (teror) mereka sungguh amatlah besar pada zaman kita sekarang ini. Di antara cara dan dakwah mereka yang menyesatkan seperti dengan menyebarkan selebaran yang mengatasnamakan “Ma’had (Sekolah) Ahli Kitab di Negara Afrika Selatan”. Selebaran ini dikirimkan kepada orang per orang (individu), yayasan-yayasan serta organisasi-organisai melalui kotak-kotak pos di jazirah (negri) arab yang merupakan tanah kelahiran islam dan benteng pertahanan islam yang terakhir. Selebaran ini berisi program belajar via pos (program belajar jarak jauh-pen) dan kartu keanggotaan secara cuma-cuma. Isi dari program tersebut adalah pelajaran tentang kitab Taurot, Zabur dan Injil. Di bagian sampul selebaran, terdapat kutipan-kutipan dari ketiga kitab tersebut.
Merupakan salah satu bentuk kabar gembira yang disegerakan bagi kaum muslimin, adanya pengingkaran (dari sebagian kaum muslimin-pen) terhadap serangan yang tersusun rapi ini, serta adanya peringatan tentang bahaya dari jenis serangan ini dengan segala macam sarananya. Pada situasi yang baik ini (karena telah adanya pengingkaran oleh sebagian kaum muslimin terhadap selebaran tersebut-pen), mengalirlah beberapa surat dan adanya saran lewat perbincangan langsung kepada Lajnah da’imah lil buhuts al-ilmiyah wal ifta’ (kalau di Indonesia, semacam MUI-pen) yang mengharapkan penjelasan tentang bagaimana sikap kaum muslimin terhadap selebaran-selebaran tersebut. (Mereka juga berharap) agar pihak Lajnah da’imah lil buhuts al-ilmiyah wal ifta’ memperingatkan kaum muslimin dari dakwah kekafiran yang berbahaya ini.
Maka dengan mengharap taufiq dari Alloh, kami (Lajnah Da’imah lil Buhuts al-Ilmiyah wal Ifta’) katakan:
Semenjak sinar Islam terbit di permukaan bumi, musuh-musuh islam -yang mempunyai perbedaan aqidah dan agama- berusaha siang dan malam untuk membuat makar (tipu daya) bagi Islam. Mereka melancarkan makar kepada para pemeluknya manakala ada kesempatan dalam rangka mengeluarkan kaum muslimin dari cahaya kepada kegelapan. Mereka juga berusaha untuk merobohkan negri-negri islam dan melemahkan pengaruh Islam dalam jiwa kaum muslimin. Bukti nyata dari hal ini semua adalah sebagaimana tercantum di dalam Al-Qur’an tatkala Alloh berfirman yang artinya, “Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu.” (QS. Al-Baqoroh: 105). Alloh Subhanahu juga berfirman yang artinya, “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (QS. Al-Baqoroh: 109). Di Surat yang lain Alloh Jalla wa ‘Ala berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” (QS. Al-Imron: 100)
Di antara musuh agama ini (yaitu islam-pen) yang paling menonjol adalah orang-orang nashroni yang menaruh dendam. Mereka tiada henti-hentinya mengerahkan segenap kekuatan dan kemampuan untuk melawan kekuatan Islam di seantero dunia. Bahkan mereka menyerang Islam dan kaum muslimin di pusat wilayah mereka, lebih-lebih saat kondisi lemah menimpa dunia Islam seperti keadaan saat ini. Dapat dimengerti dengan mudah, bahwa tujuan dari serangan ini adalah untuk menggoncang aqidah kaum muslimin serta menebarkan keragu-raguan dalam jiwa kaum muslimin terhadap agamanya. Hal ini sebagai langkah awal untuk mengeluarkan mereka dari Islam serta membujuk mereka untuk memeluk agama nashroni lewat istilah -yang sebenarnya salah kaprah- yang dikenal dengan Tabsyiir (Missi/Kristenisasi) (Dikatakan salah kaprah karena sebenarnya secara bahasa arti Tabsyiir adalah memberi kabar gembira, namun pada hakekatnya bukan merupakan pemberian kabar gembira namun salah satu bentuk penyesatan/gerakan pemurtadan-pen). Tujuan dari missi ini tidak lain hanyalah untuk mengajak kepada paganisme (peribadatan kepada berhala) yang terdapat di dalam agama Nashroni yang menyimpang dimana Alloh tidak menurunkan keterangan tentangnya. Dan Nabi ‘Isa ‘alaihis salaam tidak ikut campur dalam hal ini semua (Hal ini karena orang nashroni menyembah nabi ‘isa, sedangkan beliau tidak ridho dengan peribadatan tersebut-pen).
Sungguh orang-orang nashroni telah mengeluarkan banyak dana serta mengerahkan kekuatan yang besar dalam mewujudkan impian mereka yaitu untuk mengkristenkan dunia pada umumnya, serta umat islam pada khususnya. Akan tetapi keadaan mereka adalah sebagaimana yang dikabarkan oleh Alloh (di dalam Al-Qur’an) yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Neraka Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (QS. Al-Anfal: 36). Untuk mencapai tujuan ini, dari dulu hingga sekarang, mereka mengadakan mu’tamar-mu’tamar (pertemuan) baik bertaraf lokal maupun internasional yang dihadiri oleh para missionaris dari berbagai tempat untuk bertukar pikiran dan usulan seputar masalah cara apa yang paling manjur dan target yang paling penting. Oleh karena itu, merekapun membuat beberapa rencana dan program. Di antara program yang mereka buat adalah:
- Mengirim misi-misi Kristen ke negri-negri islam, mendakwahkan ajaran nashroni dengan mebagikan buku-buku serta selebaran-selebaran yang memperkenalkan ajaran nashroni. Juga dengan membagikan terjemahan-terjemahan injil dan buku-buku yang memberikan kerancuan tentang ajaran Islam, serangan terhadap Islam serta memberikan kesan yang buruk tentang gambaran Islam kepada dunia.
- Melakukan kristenisasi dengan jalan yang samar serta cara-cara yang tidak langsung. Di antara cara yang paling penting adalah: Melalui jalan pengobatan dan pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Banyaknya orang yang membutuhkan pengobatan, tersebarnya berbagai wabah dan penyakit di wilayah kaum muslimin turut memberikan andil bagi efektifitas cara ini, khususnya dengan berjalannya waktu, dokter-dokter muslim sangatlah jarang bahkan pada beberapa negri Islam tidak memiliki dokter muslim sama sekali. Kristenisasi dengan metode pendidikan. Dengan metode ini, terkadang secara terang-terangan dibangun sekolah-sekolah atau universitas-universitas Kristen. Namun terkadang dengan membangun sekolah-sekolah yang kelihatannya memiliki bentuk pengajaran yang murni (sekolah yang tanpa label Kristen-pen) akan tetapi orang nashroni membuat makar secara terselubung di dalamnya. Trik ini menjadikan banyak kaum muslimin tertipu dengan memasukkan anak-anak mereka ke sekolah tersebut dengan harapan agar anak-anak mereka dapat belajar bahasa asing atau materi khusus yang lain. Dan janganlah kamu bertanya tentang besarnya kesempatan yang diberikan kaum muslimin kepada orang nashroni manakala mereka menyerahkan anak-anaknya pada saat mereka masih kanak-kanak atau menginjak dewasa di mana pada masa itu akal mereka masih kosong serta siap menerima apa saja yang mereka pelajari. Menerima apa saja yang dipelajarinya…!! (Sekali lagi) apasaja yang dipelajarinya…!! Kristenisasi dengan media-media informasi. Kristenisasi dengan cara ini seperti melalui siaran radio yang disiarkan ke negri-negri islam atau melalui siaran yang dapat disaksikan lewat parabola, seperti beberapa tahun terakhir ini. Terlebih lagi melalui surat kabar, majalah-majalah, selebaran-selebaran yang di ekspor dalam jumlah yang mengerikan…
Sarana-sarana informasi ini, baik melalui media yang menampilkan informasi yang dapat dilihat, didengar maupun dibaca semuanya turut serta di dalam mendorong semakin cepatnya kristenisasi dengan melalui cara-cara sebagai berikut: Seruan kepada agama nashroni dengan lebih menampakkan sisi-sisinya yang semu, menampakkan kasih sayang kepada umat manusia. Menebarkan kerancuan kepada kaum muslimin dalam sisi aqidah, syiar-syiar serta hubungan keagamaan mereka. Menyebarkan pornografi dan pornoaksi serta hal-hal yang dapat membangkitkan syahwat dengan tujuan untuk membuat orang-orang yang menyaksikannya menjadi terlena, menghancurkan akhlaq, merobohkan kehormatan dan menghilangkan rasa malu mereka serta mengubah keadaan orang yang terlena tadi menjadi para pengekor syahwat, menjadi para pemburu kenikmatan sesaat yang rendah. Setelah itu, maka menjadi mudahlah dakwah mereka (untuk menggiring kaum muslimin-pen) kepada apa saja yang mereka inginkan sampai seandainya digiring kepada kemurtadan dan kekafiran-wal iyadzubillah-. Ini semua dapat terjadi manakala semangat keimanan dalam hati telah lenyap dan ikatan keagamaan dalam jiwa-jiwa manusia telah lepas.
Selain cara-cara di atas, masih ada cara-cara lain untuk program kristenisasi yang hal itu dapat diketahui oleh orang yang mau memperhatikan keadaan dunia islam. Namun di sini tidaklah kami sebutkan semuanya dalam rangka untuk meringkas pembahasan. Hal ini karena maksud (dari pembahasan ini) hanyalah sekedar peringatan saja, bukan untuk menjelaskan secara detail. Namun demikian, apapun yang dilakukan (oleh orang-orang nashroni) telah Alloh nyatakan (di dalam Al-Qur’an) yang artinya, “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS. Al-Anfal: 30). Alloh juga berfirman yang artinya, “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At-Taubah: 32)
Itulah makar-makar (tipu daya) para misionaris, dan makar mereka ini hanyalah untuk menyesatkan kaum muslimin!! Jika demikian, maka apa kewajiban kum muslimin untuk menghadapinya? Dan bagaimana pula menghadapi serangan yang membabi buta itu atas kaum muslimin?
Tidak diragukan lagi, ini merupakan tanggung jawab yang besar bagi seluruh kaum muslimin, baik secara individu, masyarakat, pemerintah maupun rakyatnya untuk menghadapi peperangan beracun ini yang telah memangsa banyak korban dari umat ini, baik orang dewasa atau anak kecil, baik laki-laki ataupun perempuan. Hasbunallohu wa ni’mal wakil (cukuplah Alloh sebagai sebaik-baik pelindung).
Diakui bahwa untuk situasi dan kondisi apapun terdapat solusi yang sesuai dengan syariat. Dapat kita sampaikan secara global bahwa bentuk pelaksanaan kewajiban (solusi) itu sebagai berikut: Menancapkan dasar-dasar aqidah islamiyah ke dalam jiwa-jiwa kaum muslimin melalui kurikulum-kurikulum pendidikan maupun program-program pendidikan yang bersifat umum. Pengokohan dasar-dasar aqidah ini lebih difokuskan pada jiwa anak-anak melalui sekolah-sekolah atau melalui pendidikan formal maupun non formal (keluarga). Menumbuhkan sikap kesadaran beragama yang benar di seluruh lapisan masyarakat serta mengisi jiwa-jiwa mereka untuk semangat (membela-pen) agama, kehormatan dan kesucian. Menutup pintu masuknya produk-produk nashroni seperti film, selebaran, majalah-majalah dan selainnya dengan tidak memberikan izin masuk untuk produk-produk tersebut serta memberikan hukuman yang menakutkan bagi siapa saja yang melanggarnya. Memberikan penjelasan kepada masyarakat dan memperingatkan mereka terhadap bahaya kristenisasi serta cara-cara yang digunakan oleh para missionaris agar mereka berhati-hati terhadap perkara tersebut serta tidak terjatuh dalam perangkapnya. Menaruh perhatian pada seluruh bidang pokok (kebutuhan dasar) dalam kehidupan seorang muslim khususnya bidang kesehatan dan pendidikan. Realita menunjukkkan bahwa keduanya merupakan celah yang paling berbahaya dimana orang-orang nashroni banyak masuk lewat kedua celah tersebur untuk mempengaruhi hati dan akal umat manusia. Hendaknya setiap muslim di manapun untuk selalu berpegang teguh dengan agama dan aqidahnya dalam setiap situasi dan kondisi. Dan setiap muslim hendaknya menegakkan syi’ar-syi’ar islam dalam diri dan keluarganya sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya serta berusaha membentengi keluarganya guna melawan setiap serangan yang bertujuan untuk merusak aqidah serta akhlaq mereka. Hendaknya setiap pribadi dan keluarga berhati-hati untuk melakukan perjalanan ke negri-negri kafir kecuali jika ada kebutuhan yang mendesak, seperti berobat atau mencari ilmu yang sangat dibutuhkan dimana ilmu tersebut tidak didapatkan di negri-negri islam dengan tetap menyiapkan diri untuk menolak syubhat (kerancuan berfikir) serta fitnah (terror) terhadap agamanya yang dilancarkan oleh orang-orang kafir kepada kaum muslimin. Menggalakkan takaful ijtima’i (solidaritas sosial) di antara kaum muslimin serta adanya tolong-menolong di antara mereka. Orang-orang yang kaya memperhatikan hak-hak orang yang miskin. Orang-orang yang kaya tersebut hendaknya mengulurkan tangan mereka di dalam kebaikan serta program-program yang bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan kaum muslimin, sehingga tangan-tangan orang-orang nashroni tidak terulur kepada mereka dalam rangka memanfaatkan kebutuhan dan kemiskinan mereka (untuk kemudian memurtadkan mereka-pen).
Penutup
Akhirnya kita memohon kepada Alloh dengan Nama-NamaNya yang Mulia serta Sifat-SifatNya yang Agung agar Alloh menyatukan barisan kaum muslimin, mengikat hati-hati mereka, memperbaiki keadaan mereka serta memberikan mereka petunjuk ke jalan-jalan keselamatan. Kita juga berdo’a semoga Alloh menjaga kaum muslimin dari makar musuh-musuhnya, melindungi dari keburukan-keburukan mereka serta menjauhkan mereka dari kekejian serta fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi, sesungguhnya Alloh Maha Penyayang…
Ya Alloh, siapasaja yang menginginkan keburukan Islam dan kaum muslimin maka sibukkanlah mereka dengan urusan dirinya sendiri. Tolaklah tipu dayanya dan timpakanlah keburukan atas mereka, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Maha Suci Alloh Pemilik keperkasaan dari seluruh yang mereka sifatkan. Semoga keselamatan terlimpah atas para rosul. Segala puji bagi Alloh Tuhan sekalian alam.
*** Penulis: Ibnu ‘Ali Artikel www.muslim.or.id
1. Sarana paling utama menuju taqwa Urgensi ilmu dalam kehidupan seorang mukmin yang bertaqwa adalah hal yang tidak dapat disangkal. karena ketaqwaan itu sendiri identik dengan kemampuan merealisasikan ilmu yang shahih (benar) yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful umah (pendahulu umat ini).
2. Amalan yang tidak terputus pahalanya. Ilmu merupakan sesuatu yang paling berharga bagi setiap muslim, sebab ilmu akan memelihara pemiliknya dan merupakan beban bawaan yang tidak berat, bahkan akan semakin bertambah bila diberikan atau digunakan, serta merupakan amalan yang akan tetap mengalir pahalanya, meskipun pemiliknya telah wafat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya): Jika telah meninggal seorang manusia, maka terputuslah semua amalnya. Kecuali tiga perkara, yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak shalih yang mendoakannya. (HR Muslim)
3. Pondasi Utama Sebelum Berkata dan beramal. Ilmu memiliki kedudukan yang agung dalam din ini, oleh karenanya ahlus sunnah wal jama‘ah menjadikan ilmu sebagai pondasi utama sebelum berkata-kata dan beramal sebagaimana disebutkan oleh Imam Bukhariy Rahimahullaahu Ta’aalaa dalam shahih-nya “Bab ilmu sebelum berkata dan beramal“ berdasarkan firman Allah ta‘ala: فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات والله يعلم متقلبكم ومثواكم Syaikh Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullaahu ta‘ala mengatakan: “Dengan ayat ini Imam Al Bukhariy berdalil bahwa kita harus memulai dengan ilmu sebelum berkata dan beramal. Ini merupakan dalil naqli yang jelas bahwa manusia berilmu terlebih dahulu sebelum beramal dan berkata. Sedangkan secara aqli hal yang membenarkan bahwa ilmu harus dimiliki sebelum beramal dan berkata karena perbuatan dan perkataan tidak akan dinilai disisi Allah subhanahu wa ta‘ala sebagai suatu ibadah jika tidak sesuai dengan syari‘at. Sedangkan seseorang tidaklah mengetahui apakah amalannya sesuai dengan syari‘at atau tidak melainkan dengan ilmu…” (Syarah Tsalatsatul Ushul).
4 Ilmu Merupakan Kebutuhan Rohani Kebutuhan rohani terhadap ilmu melebihi kebutuhan jasmani terhadap makan dan minuman, sebagaimana perkataan Imam Ahmad rahimahullah: ”Kebutuhan manusia akan ilmu melebihi kebutuhannya akan makanan dan minuman, sebab makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, namun ilmu dia dibutuhkan sepanjang tarikan nafasnya.” Sebab rohani merupakan penggerak utama bagi jasmani, jika rohani telah kering dari ilmu maka pada hakekatnya dia telah mati sebelum mati dan manusia seperti ini ibarat mayat-mayat yang berjalan, atau hidup bagaikan binatang ternak yang tidak dapat mengambil pelajaran dan pengajaran. Allah Ta’ala berfirman (artinya): “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mau memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mau melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mau mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai". (Q.S. Al A‘raf: 179)
Ulama’ rabbani merupakan manusia yang memiliki andil yang paling besar dalam memenuhi kebutuhan rohani mereka, oleh karenanya jika ulama telah meninggal dunia, maka hal itu merupakan musibah besar bagi kaum muslimin sebab akan hilanglah kesempatan bagi umat untuk memenuhi kebutuhan rohani mereka yang akan mengakibatkan umat ini tenggelam dalam lautan syahwat dan syubhat. Hasan al Bashri rahimahullah berkata: "Kalaulah bukan karena Ulama, maka jadilah manusia seperti binatang.”
5 Salah satu bentuk metode tashfiyah dan tarbiyah bagi umat agar tidak menjadi alat permainan iblis dan bala tentarannya . Syaikh Salim Al-Hilali hafidzhahullah berkata: “Ketahuilah bahwa tipu daya iblis paling awal adalah memalingkan manusia dari ilmu, sebab ilmu adalah cahaya, dan jika telah padam cahaya lentera mereka, dengan mudah iblis akan membenamkan mereka dalam kedzaliman (kegelapan) sekehendaknya.(lihat Manhajul Anbiya fii Tazkiyatun Nufus, hal.110)
(Diambil dari makalah Ust. Ridwan Hamidi, Lc pada SIIP Masjid Kampus UGM tahun 2002 dengan beberapa koreksi)
Majalah Elfata adalah salah satu majalah kesukaan Ane. Pas tadi jalan-jalan ke Sitenya di http://majalah-elfata.com ternyata ada pengumuman kalau Elfata lagi bagi-bagi Paket Majalah isi 30 buah. Wah, kebetulan di Masjid ada Lembaga kajian. Segera deh kirimin surat permohonan. Mudah-mudahan setelah di biaya ongkos pengirimannya ditransfer bisa langsung dapat majalahnya buat teman-teman di MAKES (http://makes1998.multiply.com/). Ayo......yang punya lembaga keIslaman (bisa masjid, sekolah, pondok pesantren, panitia kajian/seminar/training/dauroh, de es be), reques juga. Info Lengkat klik di SINI !
Di dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah rhodiyallaahu ‘anhu, Rasululllah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “ Ada tujuh golongan orang yang mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya… diantaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.” Dan di dalam sebuah hadits shohih yang berasal dari Anas bin an-Nadhr rhodiyallaahu ‘anhu, ketika perang Uhud ia berkata,”Wah …. angin surga, sunguh aku telah mencium wangi surga yang berasal dari balik gunung Uhud.” Seorang Doktor bercerita kepadaku, “ Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal - semoga Allah merahmatinya -. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya? Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya –semoga Allah membalas segala kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel ? Atau apa? Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal … tenanglah … sesungguhnya aku mencium wangi surga.!’ Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan para dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, maka janganlah kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium wangi surga.’
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah’ Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta subhanahu wa ta’ala. Allahu Akbar … apa yang harus aku katakan dan apa yang harus aku komentari…Semua kalimat tidak mampu terucap … dan pena telah kering di tangan… Aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah subhanahu wa ta’ala, “ Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat.” (Ibrahim : 27) Tidak ada yang perlu dikomentari lagi. Ia melanjutkan kisahnya, “Mereka membawa jenazah pemuda tersebut untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat pemandian mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Magrib pada hari yang sama. - Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullaah Shallallaahu ‘alahi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat”. Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah.
- Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Pada tubuh orang yang sudah meninggal itu (biasanya-red) dingin, kering dan kaku.
- Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.
Subhanalllah … Sungguh indah kematian seperti itu. Kita memohon semoga Allah subhanahu wa ta’ala menganugrahkan kita khusnul khatimah. Saudara-saudara tercinta … kisah belum selesai… Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabnya? Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan husnul khatimah (insyaAllah –red) yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-ngidamkann ya; meninggal dengan mencium wangi surga.
Ayahnya berkata, “Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjama’ah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU.”
Aku katakan, “Maha benar Allah” yang berfirman (yang artinya-red) “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’ Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Fhushilat:30- 32) Diambil dari : Serial Kisah Teladan Karya Muhammad bin Shalih Al-Qahthani, sebagaimana yang dinukil dari Qishash wa ‘Ibar karya Doktor Khalid al-Jabir. Sumber : Majalah elfata hal 65-67 edisi 06 volume 07 tahun 2007
Siapa bilang Islam sekedar agama. Siapa bilang Islam tidak mengenal Politik ? Simaklah pendapat-pendapat para orientalis berikut: - Dr. V. Fitzgerald (4) berkata: "Islam bukanlah semata agama (a religion), namun ia juga merupakan sebuah sistem politik (a political system). Meskipun pada dekade-dekade terakhir ada beberapa kalangan dari umat Islam, yang mengklaim diri mereka sebagai kalangan 'modernis', yang berusaha memisahkan kedua sisi itu, namun seluruh gugusan pemikiran Islam dibangun di atas fundamental bahwa kedua sisi itu saling bergandengan dengan selaras, yang tidak dapat dapat dipisahkan satu sama lain".
- Prof. C. A. Nallino (5) berkata: "Muhammad telah membangun dalam waktu bersamaan: agama (a religion) dan negara (a state). Dan batas-batas teritorial negara yang ia bangun itu terus terjaga sepanjang hayatnya".
- Dr. Schacht berkata (6): " Islam lebih dari sekadar agama: ia juga mencerminkan teori-teori perundang-undangan dan politik. Dalam ungkapan yang lebih sederhana, ia merupakan sistem peradaban yang lengkap, yang mencakup agama dan negara secara bersamaan".
- Prof. R. Strothmann berkata (7): "Islam adalah suatu fenomena agama dan politik. Karena pembangunnya adalah seorang Nabi, yang juga seorang politikus yang bijaksana, atau "negarawan".
- Prof D.B. Macdonald berkata (8): "Di sini (di Madinah) dibangun negara Islam yang pertama, dan diletakkan prinsip-prinsip utama undang-undang Islam".
- Sir. T. Arnold berkata (9): " Adalah Nabi, pada waktu yang sama, seorang kepala agama dan kepala negara".
- Prof. Gibb berkata (10): "Dengan demikian, jelaslah bahwa Islam bukanlah sekadar kepercayaan agama individual, namun ia meniscayakan berdirinya suatu bangun masyarakat yang independen. Ia mempunyai metode tersendiri dalam sistem kepemerintahan, perundang-undangan dan institusi".
Source : http://media.isnet.org
Link: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=907089Lagi gak ada Ide nulis tentang Internet. Jadi posting saja obrolan teman2 di Kaskus. Menarik juga ngintip pembahasannya. Walau tetap saja, cara ini kurang kreatif......phuf Originally Posted by davipiero 
Bro, dengan melihat gambar diatas. Apa ya maksudnya dedicated 1:1; trus ada yg 1:2 sampai 1:4? Trus artinya CIR apa yaa?
Mohon pencerahannya... Originally Posted by audrianwidjaya Hmm.... kalo boleh sedikit sharing.. setau saya kalo 1:1, 1:2, 1:3 1:4 adalah perbandingan untuk burst bandwith..
contoh ketika kita berlangganan 1:1 sebesar 1mb maka bandwith(jalur) jalur yang disediakan untuk kita adalah fixed sebesar 1mb kapan pun.
kalau 1:2 sebesar 1mb, maka isp akan menjamin bandwith yang kita dapat sebesar 512mb, tetapi pada saat sepi kita bisa burst sampai dengan 1mb..
kalau 1:4 sebesar 1mb maka isp akan menjamin bandwith yang kita dapat sebesar 256mb, tetapi pada saat sepi traffic kita bisa burst sampai dengan 1mb.
perlu diingat bahwa yang dijamin oleh ISP adalah bandwith, bukan speed ke suatu site atau server...
Dikit Fakta Originally Posted by davipiero Di rumah gwe pke speedy. upto 384. Tiap make ada di kisaran 40 kBps mulu. Itu bagemana ceritanya?
Originally Posted by audrianwidjaya
Kalo gw ga salah tinggal di kali 8 (perbandingan antara bit ama bytes) 40x8=320KBPS.. segitulah speed loe waktu download... sebenernya dari sisi kita sebagai customer ga ada ukuran baku untuk ngecek banwith kita dari ISP, karena mereka cuma jamin bandwith (jalannya) bukan speednya.. paling 2 kita cuma bisa ngecek "PERKIRAAN" dari speedtest.com. di kantor waktu tender untuk internet, ada 3 bh perusahaan ISP yang ikut beauty contest. 1.speedy yang unlimited 1mb 2.ISP A, bandwith 1;2 256 3.ISP B, bandwith 1:1 128 kita test download dari 1 buah server di internet di waktu yang sama, trus kita test upload ke suatu server di waktu yang sama.. dan kita tracert ke satu situs yang sama.. hasilnya cukup mengherankan. ISP A dengan bandwith 1:2 256 lebih cepat menyelesailkan download tapi selang waktu ama ISP B ga beda jauh, speedy paling terakhir selesai. ISP B upload file paling cepat... dan ISP B punya jalur tracert yang lebih pendek.. bingung kan mau pilih yang mana....trus waktu ngobrol2 ama engineer salah satu isp mereka nyebut-nyebut simetris ama unsimetris.. akhirnya test nya di ulang, kali ini kita download, upload dari satu site yang sama.. hasilnya yang 1:1 adalah yang paling cepet.. akhirnya kita pake internet 128 1:1 di kantor.. ternyata yang dimaksud symetris adalah bandwith untuk upload dan download nya sama, jadi 128 kb upload dan 128 download..
Internet Murah - Mahal
Originally Posted by Micorosoft
masalah murah ato mahal itu relatif kl mau murah kayak orang2 yg ngomong diatas nech biasanya pake link jalur bandwidth XL ato TM (telkom malaysia) alias bandwitdh sampah (tempat berkerumunan virus,spyware,trojan DLL) dijual ke konsumen,makanya jangan bangga punya bandwitdh murah,paling sekali enter buka situs seharusnya ngalir datanya perdetik keluarnya malahan permenit per kb alias keluar datanya jadi tampilannya ngak bersih. haha....mau aja diboongin ma ISP.
kl mau bagus tp agak sedikit mahal cari ISP punya akses bandwitdh pake jalur NTT,jupiter or Indosat.trus ISPnya pake link PURE FO alias langsung pk kabel FO langsung ke NOC ISPnya BUKAN FO melalui jalur wireless or microwave.khan banyak ISP ngakunya punya jalur FO padahal ngalirin bandwitdhnya melalui jalur wireless frek 5 dg canopylah or 7 dg microwave yg yg gendangnya segede gajah (ada jg sich yg segede pelek motor).
masih inget ngak waktu ada gempa di hongkong dan china akses internet selain jalur link NTT pada putus semua. nah cuman NTT doank yg bisa ngelink.nah disitu warnet gw kagak putus,warnet2 saingan gw pada putus semua untuk link international.memang perjam gw lebih sedikit mahal dibandingkan warnet2 disebelah gw,tetapi kl masalah koneksi boleh diadu.karna prinsip gw untuk memuaskan pelanggan.bukan semata2 mencari keuntungan sebesar2nya. nah disitu loe bisa milih ISP mana yg murah dan ISP mana yg mahal. memang kl bandwitdh yg mahal biasanya linknya pake NTT, jupiter or indosat. harga bandwitdh XL ot TM memang murah tapi loe bisa ngerasain bedanya dg link NTT or jupiter. untuk ISP yg pake jalur NTT,jupiter or indosat loe tinggal tanya ama marketingnya ISP masing2 ( kalo gw kasih tau ISP mana aja yg make link elite plus pure FO cable sama aja gw ngiklan donk yg penting gw dah kasih tau kisi2nya.. )
gw jg tau beginian karna sering nongkrong ma anak NOC digedung cyber.
sekian dulu kisi2 dari saya trims wassalam
Originally Posted by audrianwidjaya Gw masih ga ngerti kenapa bandwith Xl di sebut bandwith sampah(tempat berkerumunan virus,spyware,trojan DLL). menurut gw bandwith itu seperti jalan raya.ISP akan siapkan jalan dengan polisi (baca firewall dan sebangsanya), ISP ga akan bisa ngatur kapan jalannya sepi, rame atau gimana...
Setau gw xl dan tm itu bisa murah gara2 mereka punya cable submarine yang langsung ke tm, nah dari tm itu upstreamnya udah langsung ke cloud nya internet dunia...
temen gw pernah ngetracert ke yahoo dari kantor nya yang pake xl yang lagi ngetest sebelum dipasang, ke yahoo cuma 11 hoop cuy....
menurut gw lumayan bagus kok.
Originally Posted by Caltech
Istilah bandwidth sampah itu cuma propaganda marketing saja. Mungkin karena jalur TM kapasitasnya lebih kecil dan nilai investasi yg ditanam untuk membangun jalur TM jg kecil, maka bisa dijual dgn harga lebih rendah.
jaringan FO dgn kapasitas besar untuk tujuan US & eropah ada 2 pilihan yaitu, lewat jaringan kabel Jepang(Japan-US) atau lewat Cina(China-US). Kalo dari indonesia buat menuju Cina-Hongkong atau Jepang ada 2 pilihan yaitu, lewat Malaysia atau Singapura.
Seperti biasa yang pro TM atau pro SingTel, pasti mengatakan kecapnya nomer 1  Kecap..
Originally Posted by Sidam
kalo saya sih mikirnya kok gini yah.. kenapa jalur tm ataupun singtel lebih murah.. lebih cenderung karna benwit mereka sudah lebih besar... asumsi nya gini... beli benwit 10Gbps dengan 10mbps aja kan kulakan pasti lebih murah yg 10Gbps kan? berhubung singtel atau tm yg kulakan banyak jadi dia berani jual murah. sama lah kek saya.. makin banyak yg beli.. makin banyak yg terjual.. makin berani saya jual murah.. dan kalo dikatakan lebih lancar NTT mungkin juga memang benar.. benwit yg lewat NTT sangat kecil. jadi hardware masih enteng kerja nya... tapi saya pikir.. itu beda nya ndak signifikan..
Link: http://satummat.blogspot.com/2008/07/etika-menjawab-titipan-salam.html...satUmmat.blogspot.com -- Sahabat, pernah nggak mengalami kejadian bertemu dengan seseorang entah itu keluarga jauh yang datang kerumah atau ada teman karib yang mendatangi antum saat habis shalat berjamaah tiba tiba mengatakan bahwa ada titipan salam buat antum.. Bila sama keluarga yang menyampaikan, saya yakin pasti jawaban antum cuman mengatakan “wa’alaikum salam” atau malah kalau teman karib yang menyampaikan, kita kebanyakan hanya menjawab “oh ya..salam balik aja, kapan kita bisa ketemuan”. Nah lo.. Padahal dalam Islam ada aturan tersendirinya lho dalam menjawab titipan salam tersebut, kelihatan sepele yah, tapi jangan dikira dari hal yang sepele justeru bisa mendatangkan keridhoan Alloh, itu bukan hal yang sepele lagi namanya, Sunnah Nabi saw untuk hal tersebut sangat jelas. Trus pertanyaannya cara yang diajarkan Nabi saw seperti apa dong..?
Menjawab Titipan Salam dalam Islam
Dalam Fathul Bari (11/41), Ibnu Hajar berkata, “Dan disukai untuk membalas (salam) pada orang yang menyampaikan.”
Dalam Zaadul Ma’ad (2/427) Ibnul Qayyim berkata, “Dan termasuk petunjuknya (Rasulullah saw), jika seseorang menyampaikan kepadanya salam dari orang lain, ia membalas kepadanya dan kepada orang yang menyampaikannya.”
Hal itu berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (5231), Ahmad (23104) dan Nasa’I dalam As-Sunan Al-Kubra (10133).” Bab: Apa yang dikatakan jika dikatakan kepadanya: Sesungguhnya si Fulan menyampaikan salam kepadamu.”
Juga hadits dari seseorang dari Bani Numair (dalam Fathul Bari (11/41) : dari Bani Tamim), dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa ia mendatangi Nabi saw, lalu ia berkata: “ Sesungguhnya ayahku menyampaikan salam kepadamu”, Nabi menjawab : “Alaika wa’ala abika as-salaam”.
Dalam sanad hadits ini ada jahaalah (rawi yang tidak dikenal) akan tetapi ulama seperti al-Bani, meng-hasan-kannya.
Persetujuan Nabi
Cara menjawab salam seperti itu, dilakukan juga oleh dua orang isteri Nabi saw, Khadijah ra dan Aisyah ra, dan Nabi men-taqrir (menyetujui) perbuatan mereka:
1. Khadijah ra dari Anas ra ia berkata : “Jibril datang kepada Nabi saw dan ada Khadijah ra disisi Nabi, Jibril berkata : “Allah menyampaikan salam untuk Khadijah.” Khadijah berkata: “Sesungguhnya Allah-lah As-Salaam, dan salam atas Jibril dan engkau wa rahmatullah.” (Riwayat al-Hakim (4/175, an-Nasa’i dalam al-Kubro (10134), al-Bazzar (1903), dan Thabrani dalam al-Kabir (23/15 no 25 dan 26). Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (7/172), “Dan dari hadits ini, ada Faidah membalasa salam kepada orang yang mengirim salam dan kepada orang yang menyampaikan”.
2. Dari Aisyah ra, bahwa Nabi saw berkata kepadanya: “Hai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu.” Aisyah menjawab, ‘Wa’alaihis salaam wa rahmatullahi wabarakaatuh, engkau (Nabi) melihat apa yang tidak aku lihat.” (Riwayat al-Bukhari (3217) dan Muslim (2447)). Akan tetapi, ada tambahan pada Musnad Imam Ahmad (6/117) dari Aisyah ra, ia berkata : aku jawab, “Alaika wa’alaihis salaam wa rahmatullah wa barakaatuh”.
Nah, udah tahu kan sekarang, bila ada yang titip salam dari kerabat atau teman buat kita, kita jadi tahu bagaimana membalas salam tersebut dan sekaligus mempraktekannya, Insya Allah salam yang datang kepada kita tidak menjadi sia-sia, akan tetapi menjadi ladang amal baik buat yang ngirim atau buat kita yang dikirim.
Wallahu a’lam
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarhokatuh. Cara menggunakannya,
- Klik Customize My Site pada menu Multiply anda
- Choose a Theme, lalu pilih themes Avlack
- Setelah itu, Kembali ke Customize My Site, lalu Edit CSS, dan Masukan Kode berikut.
 /*Mujahidah Themes by Ahmad Al Sinji Ngutak-atik si Avlack Theme*/
body { background: #000000; } a, a:visited, a:link { color: #859515; } .rail { width: 159px; padding-right: 10px; } .railstart { margin-top: 10px; height: 27px; width: 159px; background: none; background-color: transparent; z-index: 1000; position: relative; } .railbody { padding: 15px; : 129px; font-size: 12px; background: none; border: none; z-index: 1000; position: relative; background: none; background-color: transparent; } .railsep { height: 1px; margin: 12px 0 12px 0; background: none; background-color: transparent; } .railend { height: 2px; width: 159px; background: none; background-color: transparent; } td.rail { background-color: transparent; padding: 0; margin: 0; } .railend { display: block; height: 400px; width: 159px; background: url(http://i185.photobucket.com/albums/x77/chmad/Copy.jpg) no-repeat center; } div.owner_nav { border: none; margin: 0 auto; margin-top: 10px; height: 300px; height: 170px; width: 760px; border: 1px solid #ffffff; padding: 113px 0 0 0; background: url(http://farm4.static.flickr.com/3024/2715762663_035d8c589d_o.jpg) no-repeat top left; background-color: #eafcbe; background-position: 0 -10px; } div#subnavc { width: auto; height:20px; background-color: transparent; border-top: none; padding: 4px; } div#subnav { padding: 50px; padding-left: 5px; background: none; border: none; height: auto; } a.topt, a:visited.topt { line-height: 1.2em; display: block; float: left; height: auto; text-align: center; background: none; font-size: 13px; font-weight: bold; color: #; width: auto; padding: 2px; margin-left: 5px; margin-right: 5px; } a.toptsel, a:visited.toptsel { line-height: 1.2em; display: block; float: left; height: auto; text-align: center; background: none; font-size: 13px; font-weight: bold; color: #ffffff; width: auto; padding: 2px; margin-left: 5px; margin-right: 5px; } li.gnopt a, li.gnopt a:visited, li.gnopt a:link { color: #0b5eb4; } li.gnoptsel { border-color: #abd; border-color: #ccc; } h1#page_owner_title { font-size: 35px; background-color: none; border: 1px solid #ffffff; background: none; color: #fff; font-weight: bold; height: 68px; padding-left: 12px; visibility: hidden; } div#page_start { padding: 0; background-color: none; background: url(http://i185.photobucket.com/albums/x77/chmad/mujabg.jpg); width: 760px; border: 1px solid #ffffff; border-top: none; border-bottom: none; margin: 0 auto; } div#rail { text-align: left; width: 159px; } a.gnoptsel, a:visited.gnoptsel { margin: -2px 0 0 0; width: 84px; } div#ownedfooter { margin: 0 auto; padding: 10px 0 10px 0; width: 760px; height: 80px; border: 1px solid #ffffff; border-top: none; font-size: 10px; color: #666; background: url(http://i185.photobucket.com/albums/x77/chmad/footermujahid.jpg); } div.stats { border-bottom: none; } .itemboxsub { color: #7c9606; color: #666; font-weight: normal; font-size: 24px; font-family: serif; border: none; padding: 0; background: none; max-width: 550px; }
.rolloverfordnd { color: #7c9606; color: #666; font-weight: normal; font-size: 24px; font-family: serif; border: none; padding: 0; background: none; background-color: #e4f77c; max-width: 550px; }
.itemshadow { max-width: 550px; }
.itemsubsub { font-size: 10px; font-weight: normal; line-height: 10px; text-align: right; color: #8da217; color: #666; } .itemstamp { float: right; font-size: 10px; font-weight: normal; margin: -5px 0 5px 0; margin: 0; color: #8da217; } .itembox { border: none; padding: 5px; margin: 0px; overflow: visible; background: none; background-color: none; color: #666; border-top: 1px dotted #c7dc4e; } .itemboxalbum { border: none; padding: 5px; margin: 0px; overflow: visible; background: none; background-color: none; color: #666; border-top: 1px dotted #c7dc4e; } .itemactionspacer { height: 30px; } a.mine, a.mine:link, a:visited.mine { /* color: #b40b0b; border: none; background-color: transparent; margin: 0 2px 0 2px; */ color: #b40b0b; border: none; background: none; } div.ritemactions a, div.ritemactions a:link, div.ritemactions a:visited { /* color: #0b5eb4; border: none; background-color: transparent; margin: 0 2px 0 2px; */ color: #0b5eb4; border: none; background: none; } a.go, .go { color: #090; border: none; background: none; } .rail .userlogo { border: 3px solid #2e2b2a; } .caldiv1 { background-color: transparent; } .caldiv1 td { font-size: 10px; } .caldate { font-size: 13px; font-weight: bold; } .cald { float:right; text-align: center; background-color: transparent; padding: 0px 4px 0px 4px; margin: -3px -3px 3px 3px; border: 1px solid #ccc; width: 20px; } .calevent { margin: 0px 0px 8px 0px; } .caldiv1 td:hover { background-color: transparent; } .caldiv1 th { background-color: #ccc; color: #000; font-size: 10px; font-weight: normal; text-align: center; } .caldiv1 th a, .caldiv1 th a:visited { color: #fff; }
td#maincontent { padding: 0 25px 0 0; margin: 0; border: 1px solid #ffffff; background: url(http://i185.photobucket.com/albums/x77/chmad/mujabg.jpg); } div.header { width: 780px; margin: 0 auto; background: none; }
div.stats div.infobox .boxbody { border:1px none #DDDDDD; } div.stats .infobox { background-color:transparent; } div.stats { color#859515; }
div.gndd { color: #ccc; background-color: #333; border: 1px solid #ccc; } div.ddsep { background-color: #ccc; } div.gndd a { font-weight: bold; border: 1px solid #333; } div.gndd a:hover { background-color: #999; }
div.guidebox { background: none; background-color: transparent; color: #666; border: 1px dotted #c7dc4e; } div.add_sublabel a:hover { color: #859515; } span.signoutid a, span.signoutid a:visited, span.signoutid a:link, span.signoutid:hover, a.signoutid, a.signout, a.signout:visited, a.signout:link { color: #ffffff; } .replybox { border: 1px solid #ffffff; background: url(http://i185.photobucket.com/albums/x77/chmad/mujabg.jpg); color: #2e2b2a; } div.ddsep { background-color: #ffffff; } div.gndd a { font-weight: bold; border: 1px solid #4e3e3d; }
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarhokatuh. Cara menggunakannya,
- Klik Customize My Site pada menu Multiply anda
- Choose a Theme, lalu pilih themes Avlack
- Setelah itu, Kembali ke Customize My Site, lalu Edit CSS, dan Masukan Kode berikut.
/*Mujahid Themes by Ahmad Al Sinji Ngutak-atik si Avlack Theme*/
body { background: #000000; } a, a:visited, a:link { color: #859515; } .rail { width: 159px; padding-right: 10px; } .railstart { margin-top: 10px; height: 27px; width: 159px; background: none; background-color: transparent; z-index: 1000; position: relative; } .railbody { padding: 15px; : 129px; font-size: 12px; background: none; border: none; z-index: 1000; position: relative; background: none; background-color: transparent; } .railsep { height: 1px; margin: 12px 0 12px 0; background: none; background-color: transparent; } .railend { height: 2px; width: 159px; background: none; background-color: transparent; } td.rail { background-color: transparent; padding: 0; margin: 0; }
div.owner_nav { border: none; margin: 0 auto; margin-top: 10px; height: 300px; height: 170px; width: 760px; border: 1px solid #ffffff; padding: 113px 0 0 0; background: url(http://i185.photobucket.com/albums/x77/chmad/mujahidzon.jpg) no-repeat top left; background-color: #eafcbe; background-position: 0 -10px; } div#subnavc { width: auto; height:20px; background-color: transparent; border-top: none; padding: 4px; } div#subnav { padding: 50px; padding-left: 5px; background: none; border: none; height: auto; } a.topt, a:visited.topt { line-height: 1.2em; display: block; float: left; height: auto; text-align: center; background: none; font-size: 13px; font-weight: bold; color: #; width: auto; padding: 2px; margin-left: 5px; margin-right: 5px; } a.toptsel, a:visited.toptsel { line-height: 1.2em; display: block; float: left; height: auto; text-align: center; background: none; font-size: 13px; font-weight: bold; color: #ffffff; width: auto; padding: 2px; margin-left: 5px; margin-right: 5px; } li.gnopt a, li.gnopt a:visited, li.gnopt a:link { color: #0b5eb4; } li.gnoptsel { border-color: #abd; border-color: #ccc; } h1#page_owner_title { font-size: 35px; background-color: none; border: 1px solid #ffffff; background: none; color: #fff; font-weight: bold; height: 68px; padding-left: 12px; visibility: hidden; } div#page_start { padding: 0; background-color: none; background: url(http://i185.photobucket.com/albums/x77/chmad/mujabg.jpg); width: 760px; border: 1px solid #ffffff; border-top: none; border-bottom: none; margin: 0 auto; } div#rail { text-align: left; width: 159px; } a.gnoptsel, a:visited.gnoptsel { margin: -2px 0 0 0; width: 84px; } div#ownedfooter { margin: 0 auto; padding: 10px 0 10px 0; width: 760px; height: 80px; border: 1px solid #ffffff; border-top: none; font-size: 10px; color: #666; background: url(http://i185.photobucket.com/albums/x77/chmad/footermujahid.jpg); } div#ownedfooter a {display : none;}span#copyright {display : none;}div.stats { border-bottom: none; } .itemboxsub { color: #7c9606; color: #666; font-weight: normal; font-size: 24px; font-family: serif; border: none; padding: 0; background: none; max-width: 550px; }
.rolloverfordnd { color: #7c9606; color: #666; font-weight: normal; font-size: 24px; font-family: serif; border: none; padding: 0; background: none; background-color: #e4f77c; max-width: 550px; }
.itemshadow { max-width: 550px; }
.itemsubsub { font-size: 10px; font-weight: normal; line-height: 10px; text-align: right; color: #8da217; color: #666; } .itemstamp { float: right; font-size: 10px; font-weight: normal; margin: -5px 0 5px 0; margin: 0; color: #8da217; } .itembox { border: none; padding: 5px; margin: 0px; overflow: visible; background: none; background-color: none; color: #666; border-top: 1px dotted #c7dc4e; } .itemboxalbum { border: none; padding: 5px; margin: 0px; overflow: visible; background: none; background-color: none; color: #666; border-top: 1px dotted #c7dc4e; } .itemactionspacer { height: 30px; } a.mine, a.mine:link, a:visited.mine { /* color: #b40b0b; border: none; background-color: transparent; margin: 0 2px 0 2px; */ color: #b40b0b; border: none; background: none; } div.ritemactions a, div.ritemactions a:link, div.ritemactions a:visited { /* color: #0b5eb4; border: none; background-color: transparent; margin: 0 2px 0 2px; */ color: #0b5eb4; border: none; background: none; } a.go, .go { color: #090; border: none; background: none; } .rail .userlogo { border: 3px solid #2e2b2a; } .caldiv1 { background-color: transparent; } .caldiv1 td { font-size: 10px; } .caldate { font-size: 13px; font-weight: bold; } .cald { float:right; text-align: center; background-color: transparent; padding: 0px 4px 0px 4px; margin: -3px -3px 3px 3px; border: 1px solid #ccc; width: 20px; } .calevent { margin: 0px 0px 8px 0px; } .caldiv1 td:hover { background-color: transparent; } .caldiv1 th { background-color: #ccc; color: #000; font-size: 10px; font-weight: normal; text-align: center; } .caldiv1 th a, .caldiv1 th a:visited { color: #fff; }
td#maincontent { padding: 0 25px 0 0; margin: 0; border: 1px solid #ffffff; background: url(http://i185.photobucket.com/albums/x77/chmad/mujabg.jpg); } div.header { width: 780px; margin: 0 auto; background: none; }
div.stats div.infobox .boxbody { border:1px none #DDDDDD; } div.stats .infobox { background-color:transparent; } div.stats { color#859515; }
div.gndd { color: #ccc; background-color: #333; border: 1px solid #ccc; } div.ddsep { background-color: #ccc; } div.gndd a { font-weight: bold; border: 1px solid #333; } div.gndd a:hover { background-color: #999; }
div.guidebox { background: none; background-color: transparent; color: #666; border: 1px dotted #c7dc4e; } div.add_sublabel a:hover { color: #859515; } span.signoutid a, span.signoutid a:visited, span.signoutid a:link, span.signoutid:hover, a.signoutid, a.signout, a.signout:visited, a.signout:link { color: #ffffff; } .replybox { border: 1px solid #ffffff; background: url(http://i185.photobucket.com/albums/x77/chmad/mujabg.jpg); color: #2e2b2a; } div.ddsep { background-color: #ffffff; } div.gndd a { font-weight: bold; border: 1px solid #4e3e3d; }
Link: http://muslimthemes.multiply.com/photosDaripada pakai Themes yang enggak-enggak. Mending join ke sini. Dan temukan themes kesukaanmu. Kalau belum ketemu, boleh reques sama teman-teman yang dah pinter buat themes. Kalau saya ? Belum mahir.......baru belajar ^_^
Assalamu'alaykum Tadi barusan jalan-jalan nyari artikel. Eh, tak sangke ketemu sama aplikasi Opensource dari Baliwae. Ini dia,....
Billing Open Source (BiOS) Baliwae, merupakan sebuah billing yang diistimewakan untuk Warnet berbasis Linux. Meski demikian, aplikasi ini juga dapat dijalankan di berbagai sistem operasi. Aplikasi ini dibuat berbasis web dengan menggunakan PHP dan MySQL, serta beroperasi di atas aplikasi web server seperti Apache atau Lighttpd. Aplikasi ini terdiri dari dua bagian utama. Tampilan untuk operator (server), dan tampilan untuk pengguna warnet (client). Client dapat memantau durasi pemakaian dan biaya yang dikeluarkan dari komputernya, Administrator dapat menetapkan aturan biaya koneksi, dapat memonitor biaya yang harus dibayarkan client, memulai, menghentikan dan mereset billing client termasuk mencetak bill/nota untuk pelanggan dan menyajikan laporan pendapatan dalam bentuk grafis 3D, dsb. Sebagai aplikasi buatan dalam negeri, fitur yang terdapat di BiOS tidak kalah dengan aplikasi billing komersial lainnya. Beberapa fitur yang dimiliki antara lain, memiliki interface yang mudah digunakan, tidak memerlukan kompilasi di client, bersifat ringan, mendukung berbagai macam varian tarif warnet, minim penggunaan bandwidth, dan dapat diakses dari beragam desktop manager (tidak tergantung pada satu macam distro linux tertentu). Gambar 01. Screenshot tampilan operator di Mandriva 2008 Gambar 02. Screenshot tampilan di komputer client (pakai Panic Linux / Slackware based) Features dan kelebihan BiOS dibandingkan billing lain: - Hadir dengan Lisensi Open Source, GNU/GPL versi 3
- Sudah pernah diuji di Warnet Linux selama 2 tahun
- BiOS dapat berjalan di hampir semua sistem operasi - cross platform, baik client maupun server (linux, windows, freebsd, etc)
- Memiliki interface yang sederhana, mudah penggunaan untuk client dan operator.
- Tidak perlu instalasi (compilasi) di client. Sangat mudah diinstal. karena cukup diinstal di komputer operator atau di proxy server yang telah dilengkapi dengan webserver (ex: apache server, lightttpd, dll), php dan database mysql. hampir semua distro linux saat ini menyediakan aplikasi builtin ini.
- Aplikasi sangat ringan, responsif, hanya membutuhkan space < 550Kb dan minim memakai bandwidth jaringan lokal.
- Dapat diakses dari modus GUI (xwin: kde, gnome, fluxbox, icewm, jvm, dsb)
- Terdapat akses berjenjang untuk client, operator dan administrator
- Unlimited client
- AJAX
- Apabila komputer billing terhubung ke internet, pemilik dapat memantau dan mengakses cpanel billing dari manapun. Dengan begitu dia tetap dapat memantau kondisi warnetnya, dsb.
Penghargaan: Pada tanggal 11 Maret 2008, billing ini berhasil menyabet penghargaan sebagai "The Best Innovation Software" pada kompetisi open source day yang diselenggarakan oleh POSSNetwork UGM Berminat Download , langsung ke Sini saja http://code.google.com/p/bios/
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarhokatuh. Ini Theme's yang kedua bertemakan Asmaul Husna. Yah, walau tulisan As Maul Husna-nya Gak Cukup 99, tapi semoga bisa memberi arti tersendiri bagi yang menggunakan Theme's ini. Berikut cara menggunakan Themes ini.
- Klik Customize My Site pada menu Multiply anda
- Choose a Theme, lalu pilih themes Outburst
- Setelah itu, Kembali ke Customize My Site, lalu Edit CSS, dan Masukan Kode berikut.
/*Asmaul Husna Themes by Ahmad Al Sinji/ Based on OutBurst Theme*/
body { background: url(http://farm4.static.flickr.com/3071/2695714740_ca42568830_o.jpg) fixed; }
a, a:visited, a:link { color: #dc8500; } .rail { width: 159px; padding-right: 10px; } .railstart { margin-top: 10px; height: 24px; width: 159px; background: url(http://farm4.static.flickr.com/3234/2695576458_85660e7306_m.jpg) no-repeat top left; z-index: 1000; position: relative; } .railbody { padding: 15px; width: 129px; background: none; background-color: #ecf2f9; background-color: #eee; font-size: 12px; border-left: 1px solid #EDE275; border-right: 1px solid #EDE275; background: none; border: none; background-color: #dee1cd; z-index: 1000; position: relative; background: url(http://farm4.static.flickr.com/3248/2695574216_2230e2a563_m.jpg) repeat-y top left; background-color: #FBB917; } .railsep { height: 1px; margin: 12px 0 12px 0; background: none; background-color: #abd; } .railend { height: 30px; width: 159px; background: url(http://farm4.static.flickr.com/3060/2695578334_361c1d3685_m.jpg) no-repeat top left; } td.rail { background-color: #FBB917; } div.owner_nav { border: none; margin: 0 auto; margin-top: 20px; height: 310px; height: 150px; width: 760px; border: 5px solid #EAC117; border-bottom: none; padding: 113px 0 0 0; background: url(http://farm4.static.flickr.com/3175/2694711829_978d922f36_o.jpg) no-repeat top left; background-color: #FBB917; background-position: 0 -10px; } div#subnavc { width: auto; } div#subnav { padding: 1px; padding-left: 5px; background: none; border: none; height: auto; } a.topt, a:visited.topt { line-height: 1.2em; display: block; float: left; height: auto; text-align: center; background: none; font-size: 13px; color: #fff; width: auto; padding: 2px; margin-left: 5px; margin-right: 5px; } a.toptsel, a:visited.toptsel { line-height: 1.2em; display: block; float: left; height: auto; text-align: center; background: none; font-size: 13px; font-weight: bold; color: #fff; width: auto; padding: 2px; margin-left: 5px; margin-right: 5px; background: none; } li.gnopt a, li.gnopt a:visited, li.gnopt a:link { color: #0b5eb4; } li.gnoptsel { border-color: #abd; border-color: #ccc; } h1#page_owner_title { font-size: 40px; background-color: none; background: none; color: #ffffff; font-weight: bold; font-align: center; height: 68px; } div#page_start { padding: 0; width: 760px; border: 5px solid #FBB917; border-top: none; border-bottom: none; margin: 0 auto; } div#rail { text-align: left; width: 159px; } a.gnoptsel, a:visited.gnoptsel { margin: -2px 0 0 0; width: 84px; } div#ownedfooter a, div#ownedfooter a:visited, div#ownedfooter a:link { color: #fff; } div#ownedfooter { margin: 0 auto; padding: 5px 0 5px 0; width: 760px; border: 5px solid #FBB917; border-top: none; font-size: 10px; color: #666; background-color: #ec9503; } div.stats { border-bottom: #FBB917; }
.rolloverfordnd { color: #999; font-weight: bold; /* font-size: 18px; */ border: none; /* border-bottom: 1px dotted #ec9503; */ padding: 0; max-: 580px; background: #FBB917; } .rolloverfordnd td { padding: 3px; }
.itemshadow { max-width: 580px; }
.itemboxsub { max-: 580px; color: #999; font-weight: bold; font-size: 18px; border: none; /* border-bottom: 1px dotted #ec9503; */ padding: 0; background: #FBB917; } .itemsubsub { font-size: 10px; font-weight: normal; line-height: 10px; text-align: right; color: #999; } .itemstamp { float: right; font-size: 10px; font-weight: normal; margin: -5px 0 5px 0; color: #999; } .itembox { border: none; padding: 5px; margin: 0px; overflow: visible; background: none; background-color: #FFF380; border: 1px solid #FBB917; } .itemactionspacer { height: 30px; } .itemboxalbum { border: 1px solid #FBB917; background-color: #FBB917; padding: 10px; text-align: center; } a.mine, a.mine:link, a:visited.mine { /* color: #b40b0b; border: none; background-color: #fff; margin: 0 2px 0 2px; */ color: #b40b0b; border: none; background: none; } div.ritemactions a, div.ritemactions a:link, div.ritemactions a:visited { /* color: #0b5eb4; border: none; background-color: #fff; margin: 0 2px 0 2px; */ color: #0b5eb4; border: none; background: none; } a.go, .go { color: #090; border: none; background: none; } .rail .userlogo { border: 1px solid #999; } .caldiv1 { background-color: #ccc; } .caldiv1 td { font-size: 10px; } .caldate { font-size: 13px; font-weight: bold; } .cald { float:right; text-align: center; background-color: #fff; padding: 0px 4px 0px 4px; margin: -3px -3px 3px 3px; border: 1px solid #ccc; width: 20px; } .calevent { margin: 0px 0px 8px 0px; } .caldiv1 td:hover { background-color: #fff; } .caldiv1 th { background-color: #ccc; color: #000; font-size: 10px; font-weight: normal; text-align: center; } .caldiv1 th a, .caldiv1 th a:visited { color: #fff; } table.globalnav { border: none; background: none; } .header .globalnav ul.gnopt a, .header .globalnav a.select { color: #fff; } .navinput { border: #FBB917; color: #ec9503; } table.indextitle {display: none; } td#maincontent { padding: 0 15px 0 10px; margin: 0; background-color: #FBB917; } div.header { width: 780px; margin: 0 auto; background: none; } table.globalnav { width: 780px; } .infobox { background-color: #f5c504; } div.gndd { background-color: #f5c504; border: 1px solid #FBB917; } div.ddsep { background-color: #fff; } div.gndd a { font-weight: bold; border: 1px solid #f5c504; } div.gndd a:hover { background-color: #ec9503; } a.mine, a:link.mine, a:visited.mine { font-size: 11px; font-weight: normal; padding: 0 2px 0 2px; } div.ritemactions a, div.ritemactions a:link, div.ritemactions a:visited { font-size: 11px; font-weight: normal; padding: 0 2px 0 2px; } div.guidebox { background: none; background-color: #eee; border: 1px solid #ec9503; } div.add_sublabel a:hover { color: #dc8500; } table.user_id_signout { color: #fff; } span.signoutid a, span.signoutid a:link, span.signoutid a:visited { color: #fff; } a.signout, a.signout:visited, a.signout:link { color: #fff; } /* div#maincontentdiv, div#maincontentdiv table tbody tr td, div#maincontentdiv table tbody tr td div { display: inline-block; } */ div.prevnextphoto { -moz-border-radius: 0px; background-color: #F19f00; border: solid 0px #F19f00; padding: 5px; margin: 0 auto; margin-top: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; color: #000; } div.prevnextphoto a, div.prevnextphoto a:link, div.prevnextphoto a:visited {
|
|