Ahmad's posts with tag: ocehanku
Karena 20 Ribu, Bayi Meninggal di Puskesmas. Begitulah bunyi sebuah judul di koran lokal di kota Angingmammiri. Bayi itu meninggal karena pihak puskesma tak mau mananganinya sebab orangtua si bayi tidak mampu membayar uang sejumlah 20 ribu ke pihak Puskesmas.
Inilah sedikit cerita sedih di negeri tercinta. Negeri yang sakit karena persoalan uang, uang dan uang.
Sedikit saja kita berpikir tentang negeri ini. Jangan hanya memikirkan diri sendiri dan keluarga. LIhat negeri kita yang sedang sekarat. Sedang sekarat karena "kejahilan" pada penguasa dan pejabatnya yang Korup. Menuju kebinasaan karena "terdiamnya" kita tanpa bertindak apa-apa. Bagaimana tidak ? Sejak kecil kita sudah diajarin tips dan trik Ngorupsi. Ada Anak mau masuk TK atau SD favorit yang penuh persaingan, nyogok. Mau masuk SMU/SMK berkualitas yang banyak peminatnya, nyogok. Mau masuk fakultas bergengsi di Universitas terkemuka, nyogok. Memang tidak semua berlaku seperti itu. Tapi apa kita mau pungkiri jika kenyataannya seperti itu ?
Uang Orang bisa miskin dan kaya karena Uang. Orang bisa sakit dan sehat karena Uang. Orang bisa Mati dan Hidup Karena Uang. Bahkan kadang-kadang, orang bisa bertuhan atau tidak karena Uang. Yah, seakan-akan Uang-lah raja di negeri ini. Sistem Uang-lah yang membuat negeri ini jatuh dan terpuruk. Sistem Kapitalis......
Apa yang kita banggakan dengan sistem seperti ini ? Apa yang bisa kita junjung tinggi di Republik ini ?
Sistem kufur tetaplah sistem rendahan. Sistem yang kacau balau. Sistem negeri ini sudah berapa kali ditambal sulam ? Sistem yang sama juga di tambal sulam di Amerika, Inggris, Prancis, di dunia Eropa dan Amerika bahkan hampir di Seluruh Dunia. Apa-nya yang memulikan manusia ?? Mengapa masih dipertahankan ? Mengapa masih berusaha memperbaikinya jika sejak awal memang sudah rusak ? Apa dasarnya ? Apa janjinya ? Surgakah ?........... Nerakah ?........ atau Uang ?
Pernah suatu kali Pak Lurah bilang "kalian ini selalu memburuk-burukkan dan merendahkan martabat negara, memangnya apa yang telah berikan buat negara ?" Sebenarnya bukan mau menjelek-jelekkan. Tapi hanya menggambarkan realitas kerusakan sistem Kapitalis-Demokrasi Saat ini. Agar Ummat sadar, agar saya dan kita tahu. Bahwa sistem apapun itu jika tidak bersumber dari Sang Pencipta. Pasti Kacau..... Mumpung momentnya HUT kemerdekaan. Ada baiknya kita memahami kemerdekaan yang hakiki. Kebanyakan dari kita sudah tahu kita belum merdeka, tapi masih saja diam.
Seperti slogannya PKS, Insyaallah "Harapan itu masih ada"..... jika dan jika..........sistem "uang" Kapitalisme ini diganti lalu Akidah Ummat diluruskan, Syariat Islam di Terapkan dan Khilafah ditegakkan. Allahu Akbar.....mudah-mudahan bukan slogan dan cita-cita saya saja........aamiin.
Beberapa hari yang lalu, juga sebelum-sebelumnya saya sering diberi makanan baik berupa nasi goreng atau hidangan di rumah teman yang merupakan orang-orang Kafir. Namun karena saya diliputi banyak keraguan untuk memakan pemberian itu (terkait halal-haramnya) jadinya kudu nyari banyak alasan untuk berkelit. Bukan apanya, sebagai seorang muslim kita dituntut agar senantiasa hati-hati dalam hal makanan. Lihatlah peringatan Allah kepada hamba-hambanya.
QS 2:168 --- Kepada orang biasa ----- Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah2 setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu.
QS 2:172 --- Kepada orang yang beriman ----- Wahai orang2 yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepadaNya.
QS 23:51 --- Kepada para Rasul -----Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik2, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Lalu bagaimana makanan pemberian mereka ?
Dalam situs Era Muslim Ustad Ahmad Sarwat, Lc. menjelaskan bahwa halal haramnya makanan tidak diukur dari siapa yang memberikan, melainkan dari tolok ukur yang sudah baku. Yang pertama adalah dari cara mendapatkannya (bukan mencuri, korupsi, manipulasi, memeras, menipu, menyogok, dll), sedangkan yang kedua dari zatnya (bukan makanan haram seperti babi, darah, dll). Jadi selama tidak ada penyimpangan dari dua tolok ukur di atas, hukum makanan dari orang-orang Non Muslim adalah halal.
Hm, Insyaallah uraian dari beliau bisa saya mengerti. Namun bagaimana halnya jika makanan yang diberikan oleh orang-orang kafir misalnya ayam goreng atau nasi goreng, digoreng dengan menggunakan tempat dan minyak bekas menggoreng babi, masih halalkah ?
Sepertinya masih perlu tambahan lagi yakni selain cara mendapatkan, dan zatnya. Juga perlu diperhatikan cara pengolahannya.
Daging sembelihan mereka, halalkah ?
"Daging hewan yang disembelih oleh mereka yang beragama selain Nasrani dan Yahudi adalah Haram. Sedangkan sembelihan Nasrani dan Yahudi hukumnya halal bagi umat Islam, meski tanpa menyebut nama Allah. Sebab kebanyakan ulama tidak menjadikan penyebutan nama Allah SWT sebagai syarat sahnya penyembelihan." Demikian jawaban dari Ustad Ahmad Sarwat, Lc .
Lalu bagaimana dengan pendapat berikut ?!
"Janganlah kamu memakan hewan yang disembelih tidak menyebutkan nama Allah atasnya". [Al-An'am : 121]
Allah Subhanahu wa Ta'ala membolehkan kita memakan sembelihan ahlu kitab, karena dahulu mereka menyebut nama Allah ketika menyembelihnya dan mereka lakukan dengan pisau hingga darahnya habis tuntas melalui tempat sembelihan.
Demikianlah dahulu kebiasaan mereka, mereka lakukan itu karena mereka masih patuh kepada ajaran yang ada di dalam Kitab Suci yang mereka akui. Sedangkan pada abad-abad belakangan ini mereka sudah tidak mengetahui ajaran yang ada di dalam Kitab Suci mereka, maka mereka menjadi seperti orang-orang murtad. Maka dari itu kami berpendapat untuk tidak memakan hewan sembelihan mereka, kecuali jika dapat dipastikan mereka menyembelihnya secara syar'i. [Al Manhaj]
Yang manapun pendapat yang kita pegang tidaklah bermasalah yang jelas memiliki dalil atau hujjah yang sahih. Terkait makanan halal, jelas kita boleh memakannya. Terkait makanan haram, jelas harus dihindari begitupun dengan makanan-makanan yang mengandung syubhat yakni tidak jelas apakah halal atau haram, seharusnya di hindari.
OOT, nyerempet dulu..
Sedikit pertanyaan dari Mas Haris di Blog Jepits. Mengapa yah produk-produk luar negeri seperti coca cola, dunkin, mcdonald, monde, nestle, danone selalu memiliki label halal ? Sedangkan pada produk yang beredar secara lokal, hanya kita jumpai label dari Depkes (Departemen Kesehatan) dan tidak kita jumpai label halal ?
Rokok. Apapun merknya, darimanapun asalnya, rokok hanya dilabeli cukai. Tidak ada label halal, no seri BPOM apalagi Depkes. Apakah ini berarti produk ini merupakan produk yang tidak halal? Jika dianggap halal, mengapa tidak dilabeli. Tapi jika tidak dilabeli halal apakah rokok tidak halal yang berarti multi interpretsi (haram atau makruh) ?
Bismillahirrahmaanirrahim, Kata Pak Ustad, salah satu yang menyebabkan ummat islam gak maju-maju adalah karena tidak pandai berhitung. Kalaupun bisa berhitung, kadang-kadang kita masih salah hitung. Parahnya lagi ada yang pintar berhitung tapi malah sengaja salah perhitungan untuk sebuah kepentingan tidak terpuji, Misalnya Korupsi Kolusi dan Nepotisme yang jelas-jelas merupakan perbuatan keji .
Mengapa demikian padahal ada banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari proses berhitung ini ?
Salah satu faktor yang menyebabkan adalah karena kita selalu membagi bidang ilmu dalam dua kelompok antara ilmu keIslaman dan ilmu umum. Ilmu keIslaman disisi lain, dan ilmu umum-pun disisi yang lain. Jadinya kalau masuk pesantren, kita bisa banyak tahu tentang ilmu agama tapi terkait dengan ilmu umum, mungkin kita jadi linglung karena bingung. Begitupun jika menggeluti ilmu umum, bisa jadi kita gak "melek" dan "gaul" sama ilmu-ilmu Keislaman, kecuali kalau kita mencarinya sendiri di luar sana.
Kenapa harus dipisah ?
Setiap cabang ilmu yang bisa membuat kita dekat dengan Allah pada hakikatnya adalah Ilmu KeIslaman, yakni Ilmu pengetahuan yang di dasari oleh keimanan kepadaNya. Memang benar bahwa ilmu tauhid, Ilmu fiqih, Ilmu tafsir dll, merupakan ilmu-ilmu pokok dalam Islam. Namun janganlah (kata Pak Ustad) kita terlalu sempit memahami ilmu KeIslaman pada aspek-aspek seperti itu saja. Sebenarnya ilmu matematika, fisika, kimia juga bisa dikatakan Ilmu KeIslaman asalkan didasari oleh Idrak sillah billah yakni kesadaran akan hubungan kita dengan Allah Subhanahu Wata'ala. Dimana ilmu-ilmu tersebut kita kaji berdasarkan Al Quran dan As Sunnah dan ditujukan untuk kemajuan ummat sesuai kaidah hukum Syara'. Inilah yang pernah dicapai oleh Ulama-ulama dan para Ilmuwan Islam pada jaman keemasan Islam dahulu.
Sekali lagi Sekulerisme hanya membuat kita terpuruk, urusaan dunia dan akhirat dipisah. Kehidupan dan Agama dipisah. Departemen Pendidikan dengan Departemen Agama di pisah. SMU/SMK dibawah naungan DIKNAS, MAN/Pesantren dibawah naungan DEPAG, ini salah satu contoh. Makanya muncul generasi Islam yang bededikasi tinggi, tapi tak punya iman yang kokoh, begitupun sebaliknya, ada yang iman dan agamanya bagus, namun skill dan pengetahuannya kurang. Loh, kok jauh sampai sini yah pembahasannya.....
OK deh, kita kembali soal hitung-hitungan. Apa-apa saja faedah berhitung yang dilandasi oleh Keimanan kepada Allah Subhanahu Wata'ala ?
Setidaknya ada 4 faedah, silahkan ditambah jika belum cukup .... Dalam ilmu matematika 2+2 pasti sama dengan 4. Tapi dalam aplikasinya bisa jadi ada bendahara atau seorang pedagang misalnya yang menjumlah bahwa 2+2 itu sama dengan 5, 10 atau 20. Ini kan tidak jujur namanya, tapi kalau kita mengerti bahwa disekitar kita ada Allah yang mengawasi maka kita akan selalu berhitung dengan benar. Disinilah kita akan selalu dilatih untuk berbuat jujur. Kalau sudah pasti 2+2=4 ya sudah.....jawabannya tetap 4. Itu jawaban mutlak. Para Ilmuwan dengan kecerdasannya membuat Jam, Takaran, dan alat ukur lainnya untuk membantu kita dalam mengingat waktu. Akan kesusahan Ummat Islam berkumpul setiap minggu pada hari Jumat untuk sholat jumat dengan tepat waktu di masjid jika tidak mengetahui bahwa hari itu adalah hari Jumat, tengah hari pukul 12 jika tidak ada Jam, kelender apalagi jika matahari sedang bersembunyi di balik awan. Begitupun dengan waktu sholat. Dengan kepandaian kita berhitung yang teruwujud dalam jam tadi, kita akan selalu tahu bahwa sholat sudah tiba. Maka kita akan segera melaksanakan sholat tepat waktu. Kecuali kalau kita malas dan tidak mau belajar disiplin, wah.....persoalan iman itu. Seseorang yang pandai berhitung, insyaallah akan selalu cermat. Ketika mengerjakan atau ketika mengevaluasi sesuatu pasti terlebih dahulu akan cek dan ricek. Betulkah hasil hitungannya benar ? Karena ada banyak kasus dimana seseorang hanya karena kecerobohannya dalam menambahkan angka nol bisa masuk penjara. Gimana tidak.....dicek harusnya di tulis gaji karyawan cuma 1.000.000 eh malah di tulis jadi 100.000.000. Gawat kan ? Yang bisa berhitung dengan benar biasanya orang yang hemat. Tenaga, harta dan waktunya benar-benar diperhitungkan agar tidak sia-sia. Ia akan selalu ingat peringatan Allah dalam Surah Al Ashr. Karena pintar berhitung pula banyak orang yang sederhana tapi masih bisa berinfak, shodaqah,dan mengeluarkan harta di jalan Allah. Bandingkan dengan orang kaya yg tidak pandai berhitung, bisa kita lihat betapa "kebanyakan" dari mereka menjelma jadi orang-orang pelit terhadap sesama namun begitu boros dan mubazir untuk hal-hal yang tidak berguna.
Jadi para pembaca, demikianlah apa yang bisa saya bagi dari Jumatan tadi. Insyaallah kedepannya akan berbagi lagi nasehat-nasehat Khutbah Jum'at dari Pak Ustad.....
Jadi, siapa bilang kalau Jum'atan banyak yang tidur ?........Zzzz  wassalamu'alaykum Ahmad Al Sinji
Negara ini Ibarat Mobil Sistemnya ibarat Mesin Rakyat ibarat Penumpang Sedangkan pemimpin dan jajaran pemerintahannya ibarat Supir dan Kernet.
Jika Mesin mobil ini Usang dan jelek, maka bisa dipastikan laju mobil ini akan lambat dan lama-lama akan mengalami kerusakan. Belum lagi kalau supirnya adalah orang-orang jahil yang suka ugal-ugalan dan tidak memperhatikan keselamatan para penumpangnya. Lambat laun bisa dipastikan keseluruhan penumpang akan mengalami kecelakaan dan kebinasaan.
Oh ya, kebetulan Mobil itu sekarang sudah mobil bekas. Merupakan sebuah kenyataan yang tak dapat kita pungkiri bahwa 'mobil' kita sudah amat reot, rusak dimana-mana. Lalu haruskah kita tetap mengorbankan nyawa kita secara sia-sia dengan tetap menumpangi mobil yang sudah tak layak pakai? Mobil mungkin bisa di daur ulang, tapi tetap takkan pernah bisa sempurna..(oh, ya....mohon jangan mencontoh program di Global TV, Pimp My Ride......memang sih mobil rongsokan yang sudah peot, karatan serta sudah tidak layak jalan itu masih bisa di buat menjadi mobil yang harganya ratusan juta bahkan sampai milyaran rupiah.......... bahkan mobilnya melebihi sempurna dari yang aslinya. Tapi modalnya GD sekali.......dan hanya untuk kalangan tertentu saja)
Lanjut soal mobil yang sudah rusak tadi. Sekarang ini masih kita rasakan utang dimana-mana, rakyat miskin tersebar diseluruh penjuru negeri, gelandangan dan pengemis menghiasi emperan toko dan jalan raya.....kita ingin berjalan cepat atau lambat? bercepat menuju kesejahteraan harus dengan 'mobil yang bagus dan layak'...'mobil rusak' dengan sopir yang ugal-ugalan hanya akan memperlambat perjalanan menuju kesejahteraan, atau bahkan kita tak pernah sampai kepada tujuan...!
Sepertinya kita butuh Mobil baru. Hanya saja.......untuk membeli mobil ini butuh dana dan banyak modal. Modalnya bukan cuma sekedar Teori dan Ambisi , tapi lebih dari itu kita amat membutuhkan kepercayaan para "penumpang" untuk mendukung kita membeli Mobil baru itu. Karena tanpa kepercayaan itu, perjuangan untuk membeli mobil baru akan mandeg karena menimbulkan "keragu-raguan" dikalangan penumpang. "ah.....jangan-jangan Mobil barunya juga gitu-gitu".
Kita butuh Mobil baru untuk mangantarkan Ummat menuju jalan Keselamatan..... Dan Semua itu akan kita dapatkan di Dealer resmi milik sang Ahli yang paling tahu cara mengatur Mobil, supir, penumpang serta Kernet.
Kembali kepada hukum Allah, menerapkan Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan bernegara. Insyaallah, mudah-mudahan segera terwujud, aamiin... [Inspirasi: DudungNet Forum]
Bismillaahirrahmaanirrahim, Pernahkah kita bertanya, kira-kira berapa besar yah kapasitas yang disediakan multiply saat kita nge-blog dan posting tulisan/video/mp3 juga foto ?
Sampai saat ini saya juga belum tahu berapa kapasitas yang disediakan Multiply buat kita yang nge-Blog gratisan ? Tapi kalau blog Multiply kita sudah mulai lambat-lambat, kemungkinan besar sudah banyak postingannya sehingga menguras server di Multiply. Kalau Kapasitas Hosting di Blogger mungkin bisa dihitung memakai metode-nya Mas Agus Ramadhani (www.o-om.com).
Lalu berapa kapasitas hosting di Multiply ?
Mungkin hampir sama dengan kapasitas Hosting Blogger.com yang menurut pendapat Mas Isnaeni adalah Unlimitid, atau tanpa batas. Tapi........ ada tapinya, yakni bahwa pihak blogger akan memberikan kapasitas tanpa batas tergantung seberapa besar BLOG kita telah memberikan hasil untuk pihak blogger. Terutama disini adalah iklan ADSENSE yg terpasang di channel blog yang kita punya.
Dari sini ada kemungkinan pihak Multiply juga memainkan hal yang sama. Jadi kalau ada teman-teman yang hosting di Multiply lalu menghilangkan banner Iklan-nya Multiply, bisa jadi di banned nantinya sama admin Multiply karena sudah menguras banyak kapasitas Server dan Bandwith tapi malah gak menguntungkan. Gak ada hubungan timbal balik gitu atau bahasa keren-nya kita ini dianggap tidak tahu terima kasih. Sudah dikasi Blog Gratis, eh iklannya di hilangin.........hehehehhe !
Ah, mungkin cukup sekian Info-nya.....kapan-kapan kalau anda berbaik hati, klik tuh iklannya multiply, biar blog kita ada gunanya juga buat pihak Multiply.
Wassalamu'alaykum Ahmad
Sudah lama saya mendengar rumor tentang penghinaan Gus Dur terhadap Al Quran. Tapi saya gak begitu peduli dan gak mencari tahu. Maklum waktu itu saya belum bisa mengakses informasi secara luas. Baru saja tadi saya jalan-jalan ke http://mcb.swaramuslim.net dan menemukan buku Al-Qur'an Dihina Gus Dur . Salah satu point yang saya amati adalah komentar Gus Dur soal Al Quran sebagai kitab suci paling porno. Naudzubillah.. Petikan sebagian wawancara Gus Dur di situs JIL islamlib.com berjudul Jangan Bikin Aturan Berdasarkan Islam Saja! sebagai berikut:
JIL: Bagaimana dengan barang dan tayangan erotis yang kini dianggap sudah akrab dalam masyarakat kita?
Erotisme merupakan sesuatu yang selalu mendampingi manusia, dari dulu hingga sekarang. Untuk mewaspadai dampak dari erotisme itu dibuatlah pandangan tentang moral. Dan moralitas berganti dari waktu ke waktu. Dulu pada zaman ibu saya, perempuan yang pakai rok pendek itu dianggap cabul. Perempuan mesti pakai kain sarung panjang yang menutupi hingga matakaki. Sekarang standar moralitas memang sudah berubah. Memakai rok pendek bukan cabul lagi. Oleh karena itu, kalau kita mau menerapkan suatu ukuran atau standar untuk semua, itu sudah merupakan pemaksaan. Sikap ini harus ditolak. Sebab, ukuran satu pihak bisa tidak cocok untuk pihak yang lain. Contoh lain adalah tradisi tari perut di Mesir yang tentu saja perutnya terbuka lebar dan bahkan kelihatan puser. Mungkin bagi sebagian orang, tari perut itu cabul. Tapi di Mesir, itu adalah tarian rakyat; tidak ada sangkut-pautnya dengan kecabulan.
JIL: Jadi erotisme itu tidak mesti cabul, Gus?
Iya, tidak bisa. Anda tahu, kitab Rawdlatul Mu‘aththar (The Perfumed Garden, Kebun Wewangian) itu merupakan kitab bahasa Arab yang isinya tatacara bersetubuh dengan 189 gaya, ha-ha-ha.. Kalau gitu, kitab itu cabul, dong? ha-ha-ha. Kemudian juga ada kitab Kamasutra. Masak semua kitab-kitab itu dibilang cabul? Kadang-kadang saya geli, mengapa kiai-kiai kita, kalau dengerin lagu-lagu Ummi Kultsum—penyanyi legendaris Mesir—bisa sambil teriak-teriak ‘Allah’ Allah・ Padahal isi lagunya kadang ngajak orang minum arak, ha-ha-ha.. Sangat saya sayangkan, kita mudah sekali menuding dan memberi cap sana-sini; kitab ini cabul dan tidak sesuai dengan Islam serta tidak boleh dibaca. Saya mau cerita. Dulu saya pernah ribut di Dewan Pustaka dan Bahasa di Kuala Lumpur Malaysia. Waktu itu saya diundang Prof. Husein Al-Attas untuk membicarakan tema Sastra Islam dan Pornografi. Nah, saya ributnya dengan Siddik Baba. Dia sekarang menjadi pembantu rektor di Universitas Islam Internasional Malaysia. Menurut dia, yang disebut karya sastra Islam itu harus sesuai dengan syariat dan etika Islam. Karya-karya yang menurutnya cabul bukanlah karya sastra Islam. Saya tidak setuju dengan pendapat itu. Kemudian saya mengulas novel sastrawan Mesir, Naguib Mahfouz, berjudul Zuqaq Midaq (Lorong Midaq), yang mengisahkah pola kehidupan di gang-gang sempit di Mesir. Tokoh sentralnya adalah seorang pelacur. Dan pelacur yang beragama Islam itu bisa dibaca pergulatan batinnya dari novel itu. Apakah buku itu tidak bisa disebut sebuah karya Islam hanya karena ia menceritakan kehidupan seorang pelacur? Ia jelas produk seorang sastrawan brilian yang beragama Islam. Aneh kalau novel itu tidak diakui sebagai sastra Islam.
JIL: Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?
Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Alqur’an, ha-ha-ha.. (tertawa terkekeh-kekeh).
JIL: Maksudnya?
Loh, jelas kelihatan sekali. Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha. (islamlib.com, Jangan Bikin Aturan Berdasarkan Islam Saja! 10/04/2006)
Sungguh menyedihkan jika perkataan itu muncul dari seseorang yang oleh beberapa kalangan di NU di sebut-sebut Kyai.
Oh ya, supaya saya bisa membaca beberapa komentar dan wawancara orang-orang yang mengaku Islam itu saya masuk ke Site-nya Islamlib.com untuk memastikan sumber tulisan, tapi sitenya lagi di maintenance. Cuma ada beberapa kata-kata aneh di site itu.......
 Apa Artinya yah ??? Apa mereka ini masih orang-orang Islam yah ?
Sudah......sudah jangan cengeng. Saatnya memikul amanah dakwah. Saatnya menyampaikan kebenaran, saatnya menyeru manusia kepada Sang Khaliknya.. Jangan hanya duduk diam menunggu. Bergeraklah dalam dakwah, karena seharusnya memang sudah seperti itu.......
Sudah......jangan putus asa. Berbuatlah sesuatu sebelum kita mati. Jangan hanya sibuk mencari dunia. Jangan hanya sibuk dengan romansa cinta remaja.
Sudah....sudah, kalau memang cinta, Nikah saja ! Kalau belum mampu, tundukan padangan dan banyak-banyak puasa. Bungamu tak kan layu, ada matahari dan Sang Khalik yang menjaganya. Sabarlah dan tunggu hari akad esok senja .
Sudah......jangan takut lagi.... Kita ini cucu Umar Bin Khattab, kita ini adalah generasi hebat seorang Muhammad Al Fatih, Kita ini adalah junior Salahuddin Al Ayyubi. Ayo, jangan takut kepada musuh ! Sampaikan kebenaran kepada Sang Penguasa dan tunjukkan ketegasan kepada kaum Kuffar.
Sudah.........jangan banyak debat Saatnya berbuat.......Saatnya meluruskan akidah Ummat. Saatnya meneguhkan Ukhuwah. Saatnya Menegakkan Khilafah dan Saatnya jua menerapkan Syariah.
Al-Islaamu ya'lu wala yu'la 'alaih'. Islam itu tinggi dan tidak ada yang menyamainya......
Tunggu apa lagi..... Sudah jangan diam.......mari bergerak !
Jika tak salah sekitar lima tahun yang lalu. Tepatnya pada Bulan Ramadhan, seorang ustad pernah berceramah tarwih di Masjid. Saat itu beliau menyampaikan sebuah nasehat bahwasannya menjadi petani itu adalah suatu profesi yang mulia dibanding profesi-profesi dunia lainnya.
Yah .........Profesi yang Mulia. Kenapa beliau berkata seperti itu ?....
Mari kita mengulang kembali Hadist Nabi Shallallahu 'alayhi wassalam. Dari Ibnu Abbas dijelaskan bahwa dahulu Nabi Daud bekerja sebagai pandai besi, Nabi Adam sebagai petani, Nabi Nuh menjadi tukang kayu, Nabi Idris adalah seorang penjahit, dan Nabi Musa menjadi penggembala. Demikian pula contoh yang dipraktikkan oleh para ulama salaf, terutama Rasulullah dan para sahabatnya. Mereka bekerja dalam bidang perdagangan, pertanian, dan jasa. Lihatlah pekerjaan para Nabi dan Wali Allah.....sebagian besar mereka adalah para petani !
Tulisan ini bukannya ingin mengatakan bahwa jika ingin mulia kita harus menjadi petani. Sama sekali tidak, semua pekerjaan apapun adalah mulia jika pekerjaan itu adalah pekerjaan yang halal dan di Ridhoi oleh Allah azza wajalla Maksud tulisan ini semata-mata adalah bentuk kerinduan saya pada sawah yang telah membesarkanku, pada kebun yang telah mengasuhku, juga pada rumput rawa yang menjadi arena bermainku.
Tulisan ini hanya merupakan pengingat, bahwa biar bagaimana pun jadinya aku di masa depan, bagaimanapun berubahnya aku di masa yang akan datang, aku tetaplah anak desa. Aku tetaplah lelaki kecil yang dulu sering bermain dipematang sawah, aku tetaplah anak kecil yang sering bermain lumpur, yang kadang-kadang lupa jika waktu telah maghrib karena keasyikan mencari ikan lele di pinggir kali.
Karena yang namanya manusia, begitu ia mendapat sedikit saja Rahmat dari Allah yang mengubah hidupnya.......maka serta merta ia akan lupa siapa dirinya. Turun ke sawah dianggap menjijikan, makan makanan kampung dianggap gak higienis, bahkan mungkin ia tak mau lagi membantu sang Ayah yang masih setia menggarap sawah titipan Ilahi.
Ayah......Ibu.......Anakmu tetaplah anak desa, seorang petani seperti kalian!
"Aku ingin menjadi petani" Bayangan itu terbesit setelah 5 tahun lamanya aku tak lagi (mungkin tak pernah) membantu ayah dan kakek mencangkul di sawah. Sejak 5 tahun itu pula aku tidak menanam padi, tidak juga mengembala ternak juga tidak membersihkan kebun yang penuh dengan rumput dan ilalang.
Ada rasa sedih dan kegalauan mengingat ayah dan ibu kini sendiri membanting tulang di desa, sementara aku disini bekerja hanya duduk didepan komputer, browsing, ngeblog, chating, nunggu telepon dan memasang antena di tower. Itupun jika diperlukan, amat berbeda dengan kerjaan ayah dan ibu di desa.
Hari Minggu di kampung tidak ada istilah nonton kartun di TV atau berleha-leha dulu di kamar. Pokoknya jika tidak sekolah maka jam 7 pagi harus sudah ada di sawah atau di kebun. Masing-masing harus punya kesibukan. Kalau jam 10 pagi sudah kembali ke rumah, maka siap-siap di suruh sama ibu ke kebun mengambil coklat atau merica. Dulu, aku yang paling sering menemani Ibu ke kebun mengambil coklat, ketika Ibu mengambil coklat dengan pengait pisau maka aku bertugas memunguti coklat itu dan membukanya dari cangkang. Yang membuatku kepayahan adalah ketika harus membawa coklat-coklat itu pulang kerumah. Coklat yang beratnya kurang lebih 8 kilo itu (karena masih berair) sungguh membuat tulang bahu kesakitan. Aku tak habis pikir, mengapa ibu bisa membawa coklat lebih banyak dariku dengan hanya meletakkannya di atas kepala. Setelah sampai di rumah coklat-coklat itu belum selesai, harus di cuci lagi lalu di keringkan, untuk hal yang satu ini butuh penjaga....karena ayam-ayam di kampung suka makan coklat. lagi-lagi....aku kena piket jaga biasanya......."ah ibu, selalu saja aku ! " Keluhku saat itu. Saat itu ibu hanya tersenyum manis "kan kamu yang paling besar nak"
Sawah adalah tempat nongkrongnya para petani. Tak terkecuali aku dan keluarga. Jika musim hujan datang maka sawah kami menjadi lahan padi. Mula-mula membuat bibit padi, lalu membajak sawah. Jika benih padi sudah mulai dewasa, maka giliran ibu dan adikku yang perempuan mencabutnya dari lahan bibit untuk ditanam di sawah. Kurang tahu juga sampai berapa lama padi itu akan menguning, yang jelas butuh proses yang lumayan lama. Selagi menunggu padi berbuah dan menguning, maka tiap hari kami harus membersihkannya dari rumput liar dan ilalang. Terus di pupuk, di atur pengairannya dan masih banyak lagi. Giliran padi sudah masak, maka waktunya untuk memanen dan phufff.....ini yang membuat gatal-gatal karena harus bersentuhan dengan batang-batang padi yang banyak bulu-bulu halusnya. DItambah lagi jika di sawah banyak lintah......tapi kalau beruntung, kita bisa mendapatkan banyak belalang padi yang enak di makan.....tertarik untuk memakannya ?? Silahkan jadi petani !
em....masih banyak lagi cerita neh, tapi tunggu episode ke dua !
Bismillahirrahmaanirrahim, Multiply Premium dah di rilis neh. Beberapa fitur-fitur gratisnya sudah mulai ditarik, dan jika masih ingin memakainya, mau gak mau harus daftar premium dan bayar US$19.95 /tahun.
Jika dipikir-pikir jumlah user 9 Juta itu memang sudah lumayan banyak, jadi otomatis pihak Multiply juga berpikir bagaimana supaya bisa mencari tambahan "dana" untuk penambahan dan maintenance server yang selama ini mungkin masih mengandalkan iklan.
Hmm...kalau aku yang punya multiply, mungkin peraturan ini gak berlaku tuk akhi/ukhti yang menjadikan multiply sebagai sarana dakwah yah. Kalau yang lain mah, mungkin bisa. Terus di Server-nya dipasangi firewall dan sistem keamanan tuk meng-counter situs-situs yg gak bener. Blog-blog yang menghina Islam tak ketinggalan akan dibabat sampai habis sampai ke akar serabutnya.....
Yah memang masih mimpi.........tapi jangan aggap remeh mimpi yang sudah menjadi cita-cita. Ingat Honda ada karena mimpi-nya Soichiro Honda. Ingat juga bahwa Microsoft hadir karena mimpi-nya Bill Gates agar disetiap rumah ada PC. Dan tak kalah hebat adalah mimpi dan harapan Rasulullah Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wassalam ketika ditanya oleh sahabat, yang manakah akan di taklukkan terlebih dahulu, Roma atau Konstantinopel ? Beliau menjawab bahwa yang akan ditaklukkan terlebih dahulu adalah Konstantinopel dan terbukti, walaupun bukan Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wassalam sendiri yang membebaskannya, namun impian itu diwujudkan oleh Muhammad Al Fatih pada 1453 M (857 H).
Hm..sekarang giliran kita bermimpi. Siapa tahun beberapa tahun yang datang, bakal muncul raksasa Web 2 yang dipegang oleh orang-orang Islam menggantikan Multiply, Blogger, Wordpress, Friendster atau Facebook dan lain-lain. Atau nanti akan lahir perusahaan dari kaum Muslimin yang lebih hebat dari Microsoft, Google, atau Yahoo ! Bisa saja... Kalau tidak bisa....kita bisa-kan ! 
Intinya, kita sekarang yang masih muda-muda ini yang merupakan generasi Islam harus semangat belajar untuk menguasai Ilmu pengetahuan dan Teknologi demi kejayaan Ummat. Dan tentu saja tanpa melupakan Ilmu-ilmu tentang Islam !
Allahu Akbar !
Link: http://ocehankoe.blogspot.com/2008/06/indonesia-fire-sale-operation.ht... Di film Die Hard 4, ada sebuah misi yang diberi nama Fire Sale. Nama yang keren namun menggenaskan. Operasi Fire Sale dalam film tersebut menceritakan bagaimana Amerika di porak-porandakan oleh para Programmer hebat yang kadang-kadang kita sebut Hacker atau lebih tepatnya disebut Cracker. Fire Sale merupakan suatu operasi penghancuran sebuah negara dengan mengacaukan sistem komputer yang melayani Sistem Transportasi, Sistem Telekomunikasi, Sistem keuangan dan Sistem Pelayanan Publik. Kok bisa ? Bisa saja, kita tahu sendiri sekarang ini adalah zaman modern dimana hampir semua infrastruktur mulai/sudah di komputerisasi. Maka dari itu amat penting aspek security, baik physical security, data security or network security. Apalagi perusahaan besar yang semuanya sudah serba canggih. Semua asset dikelola oleh suatu system computer. Transaksi dan aktivitas hampir seluruhnya ditunjang melalui Information System. Pekerjaan semakin cepat, efektif dan efisien
Bayangkan jika di negeri ini tiba-tiba telekomunikasi dan listrik mati, Air PDAM tidak jalan, jalanan macet, siaran TV /satellit/radio di ambil alih, dan semua bank di bobol oleh para Cracker yang dibacking oleh kelompok atau negara tertentu . Apa yang bisa kita lakukan ?
Di Film itu memang unsur rekayasanya teramat banyak. Namun tidak menutup kemungkinan hal itu bisa terjadi di negeri ini. Coba baca sedikit tulisan teman kita ini, oh ya saya ingin mengingatkan kembali tentang tiga tahapan Fire sale, yakni ….disrupting telecommunication and transportation, stealing and destroying financial records, disabling all public utilities…..
Mari kita simak tulisan berikut, apakah Indonesia masuk target penghancuran dalam Fire Sale operation ? Disrupting telecommunication and transportation 35% saham Telkomsel milik Singtel, 41,9% saham Indosat milik STT (anak-nya Singtel), 67% saham XL punya TM, Raksasa telekomunikasi Malaysia dan belakangan Hutchinson memiliki 60% saham “3″. Indosat siapa yang punya? Tanya saja pada tetangga kita, Singapura. Sektor transportasi? Yang ada saya merinding jika membicarakan hal yang satu ini. Isinya cuma kecelakaan, kecelakaan dan kecelakaan melulu. Belum larangan terbang memasuki zona Uni Eropa khusus untuk maskapai Indonesia termasuk Garuda. Habis sudah. Benar-benar gundul! Stealing and destroying financial records Sejak BI sebagai Bank Sentral dipisahkan dari campur tangan eksekutif, pihak asing jadi semakin mudah mengendalikan Rupiah Indonesia (hal yang sama juga terjadi pada negar-negara lain). Lihat saja, 50% saham perbankan dikuasai asing. Singapura, tetangga kita yang jinak-jinak merpati merupakan yang paling banyak memiliki pundi-pundi saham di bank swasta. Ada di Danamon, BII, NISP dan Buana. Kabarnya, tidak lepas dari sepak terjang Temasek Holdings. Berikutnya masih tetangga yang juga manis tapi kadang nakal, Malaysia. Saham mereka ada di Bumiputera, Niaga dan Lippo. Kalau ini merupakan pekerjaan tangan dari afiliasi Khazanah Nasional Bhd. BCA, raksasa bank swasta di Indonesia? Huh, 51% lebih sahamnya di kantong Farallon Investment. Bank-bank pemerintah juga sudah diharuskan terjun go public. Siapa pemain terbanyak di lantai bursa? Lokal atau asing? Bagus ! Anda memang pintar. Disabling all public utilities Diantaranya, sumber energi massal. Ada BBM, Listrik dan lain-lain. Pertamina sepertinya sudah bertemu lawan berat dalam hal pendistribusian BBM. Masih dari Malaysia, ada Petronas dan dari mantan penjajah kita Shell. Pelayanan dan mutu barangnya selangit. Apalagi, belakangan langkah-langkah yang diambil badan yang menguasai hajat hidup orang banyak tersebut sangat tidak populis. Penjualan aset dan kenaikan harga BBM, peningkatan Tarif Dasar Listrik (TDL) dengan dalih restrukturisasi, peningkatan kinerja dan pelayanan, sangat melukai hati rakyat. Hmm.....bagaimana menurut anda ? Sekarang, apa yang bisa kita lakukan ? Hanya duduk saja main game tanpa henti ? Hanya sibuk mengurusi urusan perut dan diri sendiri ? Masih percaya dengan tatanan negeri ini yang penuh rekayasa ? penguasanya bukan lagi melindungi rakyat tapi malah menyengsarakannya ! Masih ada harapan.....Sebagai seorang muslim, mari kembali kepada Al Quran dan As Sunnah, jalankan Islam secara Kaffah dalam suatu negara super power yakni Khilafah. Mari terus berjuang untuk menggenggam teknologi dan pengetahuan untuk kejayaan ummat. Allahu Akbar.........Mari terus belajar wahai gereasi Islam
Reference : passya blog and kadalbuntunk blog
"akh......kemarin si Fulan menjelek-jelekkan saya. Saya dibilangi gini juga dibilangi gitu" "lalu tanggapan akhi ?" "tersinggung, saya merasa amat sakit dengan kelakuan si Fulan" "loh.....memang apa yang dikatakan si Fulan itu benar adanya ?" "dusta itu akh...saya di fitnah"
"terus bagaimana dengan tuduhan bahwa tempat ngaji kita itu sesat karena gini dan gitu ?" "memang tuduhannya benar ??" "tidak benar akhi.......demi Allah" "lalu kenapa harus tersinggung, kenapa kita harus resah dan marah-marah jika memang itu bukan kelakuan kita ?" "Mengapa harus tersinggung tempat ngaji kita di tuding begini dan begitu jika memang tidak demikian ?"
"tapi....."
"boleh saja kita membela dan melakukan klarifikasi, namun yang tidak saya mengerti, mengapa harus tersinggung dan terbawa beban hati.........ataukah jangan-jangan kita memang seperti yang dituduhkan ?"
Kenapa yah ada orang yang kadang-kadang begitu menyebalkan. Pura-pura menjadi pribadi yang egois, membuat saya serba hati-hati dalam berkomunikasi dengannya. Ketika suatu hari saya lagi belajar, dia juga ingin didengarkan......karena membuatnya sedikit menunggu, diapun marah dan kesal.
Saya jadi bingung.......serba salah dan menyesal. Memikirkan diri......Ya Allah.....apa yang telah kuperbuat dengan lisanku ?..........betapa dosanya aku membuat ia marah dan kesal padaku ??
Ketika saya meminta maaf dan mencari cara bagaimana supaya ia tidak tersinggung lagi nantinya....
Dengan enteng dia berkata "afwan........kemarin saya cuma bercanda !"
What ?? bercanda !!!.........dengan saudaramu, jadi rasa ketersinggungan itu hanya bercanda. Yang membuatku jadi kepikiran dan terbebani rasa bersalah ?.....................cuma candaan ! sungguh canda yang sangat tidak lucu ! Ya Robbi..... aku harus tetap bersabar dan menenangkan hati !
Walau sudah beberapa minggu lewat, namun kasus insiden di Monas sampai saat ini belum selesai. Pemerintah terlihat begitu serius untuk mengadili para pelaku kekerasan di Monas. Kekerasan ini di sinyalir telah membuat keamanan dan ketentraman warga negara terusik, lebih berbahaya dengan apa yang dilakukan Ahmadiyah dalam mengobok-obok akidah ummat. Ini bahaya........bisa menimbulkan kerusakan !
Tak berselang lama di media muncul video heboh seputar gang Nero yang menampilkan beberapa siswi yang tega menampar dan memukul rekan sebanyanya. Tak ketinggalan berita pengeroyokan seorang wanita di jalanan juga disiarkan, lalu kasus kekerasan di institut pendidikan. Wah, ini kekerasan........bisa menimbulkan kerusakan, bahaya !!!
Penyidikan kasus suap di Kejaksaan yang sekarang ini masih berlanjut, oleh beberapa pihak disebut-sebut tidak ada transparansi. Ada indikasi jika para staff kejaksaan di kejagung akan "diselamatkan". Bukti sudah ada, tapi tetap saja di bantah sana-sini ! Di Kejagung korup, di badan Bea dan Cukai juga Korup, di Kepolisian korup, Di pengadilan. Korup.......... ini kerusakan, bahaya !!!!
Negeri ini rusak.
Kekerasan memang menimbulkan kerusakan, tapi tidak terlalu parah. Korupsi memang menimbulkan kerusakan, tapi tidak begitu parah. Moral dan akhlak ummat rusak, tapi tidak begitu parah.
Tapi apa kerusakan ummat yang paling parah ?
Yakni Syirik. Menduakan Allah dalam ketaatan, menduakan Allah dalam peribadatan. Ini yang menjangkiti ummat. Akidah ummat rusak, hancurlah segalanya. Ummat meninggalkan Allah, inilah kerusakan. Ummat jauh dari akidah dan syariat Islam, inilah kerusakan yang parah.
Bukan kerusakan etika, budaya, moral dan akhlak saja yang tiap hari harus di bahas dan dicarikan solusi. Diseminarkan, dimanajemen ataupun di trainingkan. Tapi akidah ummat, inilah yang harus diperbaiki. Bagaimana ummat bisa kembali pada Akidah yang benar, dan bagaimana agar akidah itu bisa terjaga dalam satu sistem yang benar-benar shahih.
Saatnya berbuat untuk ummat, walau dalam hal-hal kecil. Karena kalau menunggu penguasa menjaga akidah ummat. Sampai kapan akan menunggu ?
Aku merasakan dingin darimu wahai saudaraku sedepa debu dan angkara...... seakan menjauhkan kita...... kumohon, tetaplah genggam tangan ini..... bersama, kita gapai RidhoNya.
Dengan sedikit sesal dan perenungan diri, aku menulis baris-baris ini. Aku merasa dan telah lama kusadari, sepertinya semakin hari ada beberapa saudaraku yang bergerak berlalu, seakan menjauh.......
Kuingin kedamaian dalam jamaah sholat, tapi kurasa, disekelilingku banyak mata hati yang berpaling dariku. padahal mereka saudaraku.
Merekakah yang menjauh...... atau akukah yang salah menjauhi mereka ? akukah yang salah tidak menunjukan cinta pada mereka..?
"katanya aku ini hizbiyah, jadi aku salah dan aku sesat" "emm......katanya aku suka mencela dan menganggap diri ini saja yang benar" "lalu.....katanya aku bukan dijalan Rasulullah, jadi aku ini ahlu bid'ah"
Aku merenung, apakah memang benar ? Aku berpikir, apakah memang aku salah ? Aku mengoreksi diri, banyakkah lisanku memiliki banyak bisa ?
Innalillah........ Memang sejak aku menjadi salah satu kader di Hizbut Tahrir, aku semakin merasakan gesekan-gesekan antar haraqah. Disekelilingku banyak kader-kader dakwah dan saudara sebayaku yang kini ikut di barisan dakwah. Ada yang menjadi jamah Salafy, wahdah, Pks, Jama'ah tablig, Muhammdiyah, Syiah, Tasawuf dan lain-lain. Aku tak ingin di kotakkan, aku tak ingin dipecah dengan mereka ! Apakah hanya aku yang merasakan pengotakan ini ? ataukah aku ikut mengotak-otakan diri dari jamaah kaum Muslimin ?
Aku terpekur, berkata pada diriku "kadang-kadang sungguh besar toleransi kepada orang-orang kafir, tetap mengapa pada saudara sendiri saling caci, saling maki dan dengki. Sadarlah Fan ?"
Selalu aku dengar orang berkata "kembali para diri masing-masing. Mari kita bijak menerima perbedaan"
yah, aku mencoba mengerti itu, tapi apa saudara-saudaraku juga bersikap demikian ? Apakah mereka akan segera menjadi bagian dari Shaf sujudku ? satu gerakan...satu salam........dan satu senyuman dari hati ?......
Aku tak tahu........aku yang harus banyak mengoreksi diri. Aku yang harus belajar memahami perbedaan.....
Tak kusangka. Ternyata sebuah tulisan dari seorang adik bisa membuat kawan-kawanku di kantor jadi terenyuh Hanya sebuah tulisan yang membuat mereka merasa kagum. Hanya sebuah tulisan yang membuat dada mereka bergetar dan malu akan keluasan hatinya......
Tak kusangka..... ia memiliki tulisan yang indah..... tapi tak sekedar rapi, tapi maknanya dalam membuat kawan-kawanku tersadar dan merasa iri untuk belajar Islam....
Bahkan seorang kawan.... membaca tulisannya dengan suara lantang bagaikan membaca didepan perade..... suaranya mengalun membaca puisi sang penulis.......
Ah, adik yang satu itu memang baik....sudah mengingatkan kawan-kawanku yang lain.
## tuk adik diseberang sana, syukran dek. Dah buat tulisan-tulisan menyentuh, teman2 kk jadi terhipnotis tuh, alhamdulillah tambah semangat belajar Islam.
oh...Beginikah rasanya.....begitu sakit.....begitu pilu.....begitu ngilu terasa......makan gak enak.....tidur gak nyenyak...Ya Allah...ada apa denganku.....Dia menghampiriku sejak kemarin....dan serasa...Aku tak tahan.....Oh sariawan, pilek. flu dan batuk. Semoga ini menjadi penebus dosa-dosaku. Telah sering kurasakan, namun baru kali ini ia menyerang dengan amat hebat. Ternyata sakit kecil yang bernama sariawan itu amat menyiksa. Aku tahu ini ujian, tapi tak bolehkah aku mengeluh. Makan harus setengah mulut, karena sariawan menyerang dan menghantam kulit dalam mulutku disisi kiri, hal ini menyebabkan pertahanan mulut tidak stabil. Kena sedikit air..sakit. Sedikit makanan.........nyeri. Apalagi sepotong ayam plus sambelnya. Onde mande.....sakit kaliii.... oh batuk dan pilek, mudah2an engkau tidak bersamaku malam ini dan seterusnya...... اللهم عافني في بدني اللهم عافني سمعي اللهم عافني بصري اللهم إني أعوذبك من الكفر والفقر. اللهم إني أعوذبك من عذاب القبر لا إله إلا أنت Allahumma ‘afnii fii badanii, Allahumma ‘afnii sama’ii, Allahumma ‘afnii basharii, Allahumma inni A’udzubika minal kufuri wal faqri. Allahumma inni a’udzubika min ‘adzaabil qabri. Laa ilaaha illa anta. “Ya Allah sembuhkan badanku, Ya Allah sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah sembuhkan penglihatanku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab Kubur. Tiada tuhan selain Engkau.”(H.R. Abu Daud ) Aamiin Ya Rabbal'alamiin....
Assalamu'alaykum, Alhamdulillah tadi malam pukul 11 lewat , saya sampai di rumah dengan selamat setelah melewati perjalanan yang amaaaaaaaaaat melelahkan. Suatu kesyukuran yg tidak boleh dikufuri. Perjalan kemarin terasa amat panjaang karena rute perjalanan dari Kab. Sinjai harus melewati 5 kabupaten (kab. Bulukumba, Kab. Bantaeng, Kab. Jeneponto, Kab. takalar, dan Kab. Gowa) yang di guyur hujan dari sore sampai malam kemarin. Banjir dan tanah longsor menyambut di beberapa ruas jalan. Terpaksa mobil harus pelan-pelan jika ingin selamat sampai tujuan. Diperjalan, ada sebuah mobil truk yang oleng di lobang galian jalan. Bannya masuk lobang dan menimbulkan kemacetan panjang. Karena tidak ingin terjebak lama-lama. Beberapa mobil di jalur depan memutar mencari jalur jalan alternatif yg bebas macet, mobil yang saya tumpangi juga ikut. Namun sayang, lagi-lagi kami harus membuang banyak waktu di jalan karena jalur yang kami lewati salah...... bukan jalur kendaraan yang kami lewati, tapi jalan kerbau. Gara-gara si penunjuk jalan tuh.........phueeeeef ! Sedikit cerita dari Dusun.Hmm.......apa yah ? Di kampung musim hujan, hawanya dingin.........dan suasana desa. Sejuuuuuuuuuuuk dan segaaaaaaaar Hijaaaaaaaauuuuuuuuuu   Kabar ayah dan ibu alhamdulillah sehat. Adik-adik saya juga sehat. terutama si kecil Zahra. Saya kira umurnya baru 3 bulan, ternyata sudah 8 bulan toh.......hehehhe, umur adik sendiri lupa  . Adik kecilku itu, awalnya tidak mau dekat-dekat dengan orang baru termasuk saya. Alhamdulillah, sehari kemudian si "inna" (ibu sering memanggilnya dengan nama itu) sudah gak takut lagi. Dan jadilah aku Baby Sitter sementara ada banyak hal yang ingin saya lakukan di kampung seperti membantu kakek nanam padi di sawah, bertemu lumpur dan lintah, keliling gunung yang penuh pohon-pohon hijau. Masuk hutan, gembalakan sapi......tapi yah, saya kena flu dan batuk-batuk. jadinya cuma tinggal di rumah, cuma sesekali saja ke rumah kakek Naik Motor sama adik. haaaaaa.......masih banyak cerita, cuma sekian dulu. Masih pilek soalnya  wassalamu'alaykum
Assalamu'alaykum akhi/ukhti. Kak/Dek, teteh/akang. Pak/Bu.... Ana ingin pulang kampung Minggu besok untuk menjenguk ayah Bunda. Sudah lama diminta pulang, namun karena ana sok "egois" sibuk terus, jadi baru sekarang baru bisa pulkam. Kampung saya ada di kabupatan Sinjai, Sulawesi Selatan . Penasaran soal Kabupaten sinjai, silahkan KLIK Di Sini, Mohon doanya, semoga selamat sampai tujuan dan bisa mencubit pipi adik kecil saya"si Zahra Muthmainnah" yg masih umur 3 Bulan . Syukran ^_^
 Adzan sudah berkumandang, aku dan kawanku segera izin keluar dari kantor untuk sholat. Baru melepas kaki meninggalkan ruangan. Kawanku berhenti, "tunggu kak, saya lupa ambil kopiah " Kawanku ini memang sering memanggil aku Kakak. Walau kami seumuran, namun karena ia adalah anak Magang di kantor, jadi tetap aku jadi kakaknya. ^_^ Kami berjalan menyusuri trotoar. lalu dia bertanya "Kak, kenapa yah sekarang banyak terjadi kemaksiatan ?" Dengan sedikit ilmu yang kupahami. Aku jawab saja bahwa itu semua terjadi karena dangkalnya akidah kita dan jauhnya kita dari nilai-nilai Islam. Dia belum sepakat, dan masih menanyaiku. "karena negeri ini dan lingkungan kita tidak diatur oleh hukum Allah" jawabku. lagi-lagi dia belum sepakat. "jadi...?" "karena sekarang kemaksiatan itu selalu dipamer-pamer kak. Orang merasa bangga membuka aurat, berzina, membunuh, berkelahi" Sejenak aku manguk-manguk. "begitulah kata Ustad yang pernah mengajariku dulu. Makanya kak, sekarang kita juga harus pamer kebaikan. Pamerkan diri kita seorang muslim, tapi bukan bermaksud sombong dan ingin dipuji kak" "jadi, pamer agar kebaikan itu tidak menjadi sesuatu yang asing" "Pamerkan islam kita. Jangan malu pake gamis, kopiah dan bawa Quran, supaya orang lain juga bisa tergerak hatinya kak melakukan kebaikan" Dalam hati aku merenung. Masih malu kah aku menunjukan ke-Islamanku ? *Petang itu, seorang adik telah mengajariku satu kebaikan. Semoga Allah merahmatinya, aamiin Ya Rabbal'alamin !
| |