Ahmad's posts with tag: desa
"Aku ingin menjadi petani" Bayangan itu terbesit setelah 5 tahun lamanya aku tak lagi (mungkin tak pernah) membantu ayah dan kakek mencangkul di sawah. Sejak 5 tahun itu pula aku tidak menanam padi, tidak juga mengembala ternak juga tidak membersihkan kebun yang penuh dengan rumput dan ilalang.
Ada rasa sedih dan kegalauan mengingat ayah dan ibu kini sendiri membanting tulang di desa, sementara aku disini bekerja hanya duduk didepan komputer, browsing, ngeblog, chating, nunggu telepon dan memasang antena di tower. Itupun jika diperlukan, amat berbeda dengan kerjaan ayah dan ibu di desa.
Hari Minggu di kampung tidak ada istilah nonton kartun di TV atau berleha-leha dulu di kamar. Pokoknya jika tidak sekolah maka jam 7 pagi harus sudah ada di sawah atau di kebun. Masing-masing harus punya kesibukan. Kalau jam 10 pagi sudah kembali ke rumah, maka siap-siap di suruh sama ibu ke kebun mengambil coklat atau merica. Dulu, aku yang paling sering menemani Ibu ke kebun mengambil coklat, ketika Ibu mengambil coklat dengan pengait pisau maka aku bertugas memunguti coklat itu dan membukanya dari cangkang. Yang membuatku kepayahan adalah ketika harus membawa coklat-coklat itu pulang kerumah. Coklat yang beratnya kurang lebih 8 kilo itu (karena masih berair) sungguh membuat tulang bahu kesakitan. Aku tak habis pikir, mengapa ibu bisa membawa coklat lebih banyak dariku dengan hanya meletakkannya di atas kepala. Setelah sampai di rumah coklat-coklat itu belum selesai, harus di cuci lagi lalu di keringkan, untuk hal yang satu ini butuh penjaga....karena ayam-ayam di kampung suka makan coklat. lagi-lagi....aku kena piket jaga biasanya......."ah ibu, selalu saja aku ! " Keluhku saat itu. Saat itu ibu hanya tersenyum manis "kan kamu yang paling besar nak"
Sawah adalah tempat nongkrongnya para petani. Tak terkecuali aku dan keluarga. Jika musim hujan datang maka sawah kami menjadi lahan padi. Mula-mula membuat bibit padi, lalu membajak sawah. Jika benih padi sudah mulai dewasa, maka giliran ibu dan adikku yang perempuan mencabutnya dari lahan bibit untuk ditanam di sawah. Kurang tahu juga sampai berapa lama padi itu akan menguning, yang jelas butuh proses yang lumayan lama. Selagi menunggu padi berbuah dan menguning, maka tiap hari kami harus membersihkannya dari rumput liar dan ilalang. Terus di pupuk, di atur pengairannya dan masih banyak lagi. Giliran padi sudah masak, maka waktunya untuk memanen dan phufff.....ini yang membuat gatal-gatal karena harus bersentuhan dengan batang-batang padi yang banyak bulu-bulu halusnya. DItambah lagi jika di sawah banyak lintah......tapi kalau beruntung, kita bisa mendapatkan banyak belalang padi yang enak di makan.....tertarik untuk memakannya ?? Silahkan jadi petani !
em....masih banyak lagi cerita neh, tapi tunggu episode ke dua !
| |
|