Negara ini Ibarat Mobil Sistemnya ibarat Mesin Rakyat ibarat Penumpang Sedangkan pemimpin dan jajaran pemerintahannya ibarat Supir dan Kernet.
Jika Mesin mobil ini Usang dan jelek, maka bisa dipastikan laju mobil ini akan lambat dan lama-lama akan mengalami kerusakan. Belum lagi kalau supirnya adalah orang-orang jahil yang suka ugal-ugalan dan tidak memperhatikan keselamatan para penumpangnya. Lambat laun bisa dipastikan keseluruhan penumpang akan mengalami kecelakaan dan kebinasaan.
Oh ya, kebetulan Mobil itu sekarang sudah mobil bekas. Merupakan sebuah kenyataan yang tak dapat kita pungkiri bahwa 'mobil' kita sudah amat reot, rusak dimana-mana. Lalu haruskah kita tetap mengorbankan nyawa kita secara sia-sia dengan tetap menumpangi mobil yang sudah tak layak pakai? Mobil mungkin bisa di daur ulang, tapi tetap takkan pernah bisa sempurna..(oh, ya....mohon jangan mencontoh program di Global TV, Pimp My Ride......memang sih mobil rongsokan yang sudah peot, karatan serta sudah tidak layak jalan itu masih bisa di buat menjadi mobil yang harganya ratusan juta bahkan sampai milyaran rupiah.......... bahkan mobilnya melebihi sempurna dari yang aslinya. Tapi modalnya GD sekali.......dan hanya untuk kalangan tertentu saja)
Lanjut soal mobil yang sudah rusak tadi. Sekarang ini masih kita rasakan utang dimana-mana, rakyat miskin tersebar diseluruh penjuru negeri, gelandangan dan pengemis menghiasi emperan toko dan jalan raya.....kita ingin berjalan cepat atau lambat? bercepat menuju kesejahteraan harus dengan 'mobil yang bagus dan layak'...'mobil rusak' dengan sopir yang ugal-ugalan hanya akan memperlambat perjalanan menuju kesejahteraan, atau bahkan kita tak pernah sampai kepada tujuan...!
Sepertinya kita butuh Mobil baru. Hanya saja.......untuk membeli mobil ini butuh dana dan banyak modal. Modalnya bukan cuma sekedar Teori dan Ambisi , tapi lebih dari itu kita amat membutuhkan kepercayaan para "penumpang" untuk mendukung kita membeli Mobil baru itu. Karena tanpa kepercayaan itu, perjuangan untuk membeli mobil baru akan mandeg karena menimbulkan "keragu-raguan" dikalangan penumpang. "ah.....jangan-jangan Mobil barunya juga gitu-gitu".
Kita butuh Mobil baru untuk mangantarkan Ummat menuju jalan Keselamatan..... Dan Semua itu akan kita dapatkan di Dealer resmi milik sang Ahli yang paling tahu cara mengatur Mobil, supir, penumpang serta Kernet.
Kembali kepada hukum Allah, menerapkan Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan bernegara. Insyaallah, mudah-mudahan segera terwujud, aamiin... [Inspirasi: DudungNet Forum]
 | mobil yg lama....langsung dibuang??? |
 | yah...mau gimana lagi Mbak. memang sudah harus di buang spertinya :) |
| |
|